Close Menu
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    cakranews8.com
    • Beranda
    • Berita
    • Artikel
    • Politik
    • Ekonomi
    • Nasional
    • Pariwisata
    cakranews8.com
    Home»Budaya»HUT Ke-20 UHA, Komitmen Melestarikan Budaya Lokal Bali untuk Pariwisata Berkelanjutan
    Budaya

    HUT Ke-20 UHA, Komitmen Melestarikan Budaya Lokal Bali untuk Pariwisata Berkelanjutan

    By ebravenanda30 November 20243 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link
    Ketua UHA, Putu Surya Arysoma
    Ketua UHA, Putu Surya Arysoma
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    GIANYAR – Dalam rangka HUT ke-20, Ubud Hotel Association (UHA) menggelar dua ajang bergengsi, yaitu Ubud Chef Competition ke-8 dan Ubud Latte Art Competition ke-6. Acara ini berlangsung di Balai Udang, Gianyar, dan menjadi panggung bagi pelestarian budaya Bali yang sarat makna melalui eksplorasi kuliner dan seni, Jumat (29/11/2024)

    Ketua panitia, Nyoman Tridasena Karilo, mengungkapkan bahwa tema besar kompetisi kuliner tahun ini adalah Sate Pemade, sebuah sajian tradisional Bali yang tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga menyimpan filosofi mendalam.

    Ketua panitia UHA Ubud Chef and Art Latte Competition 2024, Nyoman Tridasena Karilo

    “Sate Pemade dulunya digunakan sebagai simbol undangan dalam acara adat, dengan jumlah tusuk sate yang mencerminkan tingkat kehormatan penerima. Tradisi ini masih dilestarikan di banyak wilayah Gianyar, termasuk Ubud,” jelasnya.

    Sate Pemade disajikan bersama lawar, urutan, serapah, dan sambal khas Bali. Dalam kompetisi ini, peserta diminta menciptakan variasi modern dari sajian tradisional ini dengan tetap menjaga keaslian makna.

    “Dengan pendekatan kontemporer, kami ingin memastikan tradisi ini tetap relevan di era modern, sekaligus menarik minat wisatawan,” tambah Tridasena.

    Sejak dahulu, makanan memiliki peran penting dalam budaya Bali, tidak hanya sebagai konsumsi, tetapi juga sebagai simbol komunikasi dalam kehidupan adat. Filosofi Sate Pemade misalnya, merefleksikan struktur sosial dan spiritual masyarakat Bali. Sajian ini dahulu disampaikan sebagai undangan kepada tokoh adat seperti sulinggih (pemimpin spiritual) dan prajuru desa (perangkat desa), dengan jumlah tusuk sate yang menunjukkan hierarki kehormatan penerima.

    Peserta UHA Ubud Chef Competition 2024

    Ketua UHA, Putu Surya Arysoma, menegaskan pentingnya upaya pelestarian budaya melalui kegiatan seperti ini.

    “Melalui tema Unity, Progress, Impact, kami berharap seluruh SDM di Ubud tidak hanya memiliki keterampilan yang unggul, tetapi juga memahami pentingnya budaya dalam pariwisata. Wisatawan datang ke Ubud bukan hanya untuk pemandangan, tetapi juga untuk merasakan keaslian tradisi Bali yang kaya,” ungkapnya.

    Artikel lain  Puspa Negara: Penataan Tukad Mati Kunci Keberlanjutan Pariwisata Badung

    Sebagai destinasi wisata Gastronomi dunia yang diakui oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO), Ubud terus menempatkan tradisi sebagai daya tarik utama. Sejak zaman penjajahan Belanda, budaya Bali telah menarik perhatian dunia, termasuk seni kuliner seperti sate yang sarat filosofi. Tradisi ini bahkan menjadi alasan wisatawan mancanegara mengunjungi Ubud, menciptakan pilar utama pariwisata berbasis budaya.

    “Melalui kompetisi ini, kami ingin memastikan bahwa budaya Bali tetap lestari. Filosofi yang terkandung dalam makanan seperti Sate Pemade bukan hanya cerita, tetapi juga identitas masyarakat Bali,” tutup Arysoma.

    Peserta UHA Ubud Art Latte Competition 2024

    Dengan acara seperti ini, UHA tidak hanya menjadi organisasi yang mendukung profesionalisme di sektor perhotelan, tetapi juga menjadi penjaga warisan budaya yang tak ternilai. Ubud pun akan terus menjadi simbol keaslian tradisi Bali di mata dunia.

    Dalam ajang kompetisi yang diikuti oleh 120 anggota UHA yang berasal dari berbagai hotel dan resort di Ubud ini, menghasilkan beberapa pemenang, untuk Ubud Chef Competition, yakni;

    Juara 1, Tejaprana Bisma
    Juara 2, Goya Boutique Resort
    Juara 3, Sakti Garden Resort & Spa. Sementara itu, penghargaan Best Presentation diberikan kepada Tejaprana Resort & Spa.

    Para pemenang dalam ajang kompetisi HUT UHA ke 20 berphoto bersama

    Di sisi lain, Ubud Latte Art Competition, yang menunjukkan keunggulan para barista lokal, menghasilkan daftar pemenangnya, yakni;

    Juara 1, The Royal Pita Maha,
    Juara 2, Goya Boutique Resort
    Juara 3, Plataran Resort Ubud

    Para pemenang akan menerima penghargaan resmi pada puncak perayaan HUT UHA ke-20 yang akan berlangsung di The Jungle Club Ubud pada 6 Desember 2024 mendatang. (E’Brv)

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Penglipuran Mantapkan Langkah Menuju Pariwisata Regeneratif di Bali

    International Tourism Leaders Summit 2025 Hadir di Bali, Dorong Pariwisata Berkelanjutan

    Wonderful Night di Moonstone: Kombinasi Budaya dan Modern yang Spektakuler

    Wonderful Night: Perayaan Ulang Tahun Pertama Moonstone dengan Musik, Cahaya, dan Jiwa Laut

    Don't Miss
    Berita

    KPK Tangkap Wakil Ketua PN Depok, Dugaan Suap Perkara Lahan Jadi Sorotan

    By cakranews86 February 2026

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali…

    OTT KPK Gegerkan Kemenkeu, Pejabat Bea Cukai Terjaring Operasi

    4 February 2026

    Bank BPD Bali: Tulang Punggung Ekonomi Kerakyatan Bali

    4 February 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • Artikel
    © 2026 Cakranews8. Powered by Iwana.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.