Close Menu
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    cakranews8.com
    • Beranda
    • Berita
    • Artikel
    • Politik
    • Ekonomi
    • Nasional
    • Pariwisata
    cakranews8.com
    Home»Berita»Warga Denpasar Tolak Penghentian Operasional Trans Metro Dewata, Ajukan Petisi
    Berita

    Warga Denpasar Tolak Penghentian Operasional Trans Metro Dewata, Ajukan Petisi

    By ebravenanda31 December 20242 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    DENPASAR – Masyarakat Denpasar menyatakan penolakan terhadap wacana penghentian operasional Trans Metro Dewata (TMD) tahun depan. Penolakan ini disuarakan melalui petisi yang diajukan oleh penumpang setia TMD, yang menganggap layanan bus ini sangat membantu mobilitas mereka, terutama untuk perjalanan jarak jauh dengan biaya yang terjangkau.

    Selama ini, TMD yang mulai beroperasi sejak 2020 telah menjadi salah satu pilihan transportasi utama bagi warga. Meski menghadapi tantangan, seperti rendahnya tingkat keterisian penumpang (hanya 39,87% pada 2023), layanan ini dianggap penting untuk mendukung transportasi publik di Bali. Banyak warga berharap pemerintah tidak hanya mempertahankan layanan ini, tetapi juga meningkatkan kualitas dan memperpanjang jam operasional bus.

    “Bus ini sangat membantu saya yang bekerja jauh dari tempat tinggal. Jika dihentikan, kami tidak tahu alternatif apa yang tersedia,” ujar Diah, salah satu penumpang yang mendukung petisi tersebut, Senin (30/12/2024)

    Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta, mengungkapkan bahwa operasional TMD saat ini disubsidi oleh Kementerian Perhubungan, namun masa depan layanan ini terancam jika subsidi tersebut dialihkan ke daerah lain. Sebagai alternatif, Pemprov Bali tengah mempertimbangkan untuk mengambil alih pengelolaan satu trayek, khususnya rute Terminal Ubung menuju Bandara Ngurah Rai, sembari mengembangkan angkutan berbasis listrik (e-BRT) untuk wilayah Sarbagita.

    Warga berharap pemerintah mendengarkan aspirasi mereka dan mencari solusi agar transportasi umum tetap berjalan. Petisi ini menjadi bukti bahwa transportasi publik seperti TMD masih sangat dibutuhkan di Bali, tidak hanya untuk kenyamanan tetapi juga untuk mengurangi kemacetan dan dampak lingkungan dari kendaraan pribadi. (Tim-08)

     

    Artikel lain  FDTP Bali: Darurat Transportasi Publik, Pemerintah Harus Bertindak Cepat atau Bali Akan Kolaps !
    Angkutan bus murah Dishub Bali Petisi tolak penghentian TMD Trans Metro Dewata
    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Gilimanuk Padat, Pangdam Udayana Pantau Dari Udara dan Siapkan Langkah Penguraian

    KPK Amankan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam OTT

    Tiga Seniman Pendidik Bali Pamerkan Karya di Sanur, Tutur Ayu Jadi Ruang Refleksi Budaya

    Dari Laporan ke Kepastian: Ombudsman Awasi Kinerja Pelayanan Publik

    Don't Miss
    Daerah

    Gilimanuk Padat, Pangdam Udayana Pantau Dari Udara dan Siapkan Langkah Penguraian

    By ebravenanda17 March 2026

    Jembrana | cakranews8 – Kepadatan arus mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk terlihat jelas dari udara. Antrean…

    Kepala BNN Pimpin Delegasi RI di CND Wina, Dorong Pendekatan Berimbang dalam Penanganan Narkotika Global

    15 March 2026

    Ajukan Banding Vonis Kasus Penembakan WNA Australia, Kejari Badung Nilai Putusan Belum Penuhi Rasa Keadilan

    14 March 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • Artikel
    © 2026 Cakranews8. Powered by Iwana.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.