Close Menu
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    cakranews8.com
    • Beranda
    • Berita
    • Artikel
    • Politik
    • Ekonomi
    • Nasional
    • Pariwisata
    cakranews8.com
    Home»Berita»Pasar Seni, Denyut Nadi Ekonomi Kerakyatan Bali
    Berita

    Pasar Seni, Denyut Nadi Ekonomi Kerakyatan Bali

    By cakranews81 April 20262 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link
    Putu Marissa Pradewi, B.A
    Putu Marissa Pradewi, B.A
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    GIANYAR — Pasar seni bukan sekadar ruang transaksi, melainkan denyut nadi ekonomi kerakyatan Bali. Di tempat inilah kreativitas, tradisi, dan semangat gotong royong berpadu menjadi kekuatan ekonomi yang berakar pada budaya dan spiritualitas masyarakat Bali.

    Pasar seni menjadi panggung bagi para perajin, seniman, dan pelaku UMKM lokal untuk menampilkan karya yang lahir dari nilai-nilai luhur warisan leluhur. Dari ukiran kayu, lukisan, kain tradisional, hingga kerajinan tangan, setiap karya bukan hanya produk ekonomi, tetapi juga representasi jiwa dan identitas Bali.

    Putu Marissa Pradewi, B.A, lulusan University of British Columbia, Kanada di bidang Business Economics, menegaskan bahwa pasar seni memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi rakyat sekaligus menjaga kedaulatan budaya Bali.

    “Pasar seni adalah bentuk nyata ekonomi kerakyatan yang hidup dari akar budaya masyarakat. Di sinilah kreativitas rakyat Bali menemukan ruangnya untuk tumbuh, mandiri, dan berdaya saing, tanpa kehilangan nilai spiritual dan jati diri,” ujarnya.

    Menurut Marissa, pembangunan ekonomi Bali ke depan harus menempatkan masyarakat sebagai pusat kekuatan. Pasar seni dapat menjadi simpul penting yang menghubungkan tradisi, inovasi, dan peluang global.

    Ia menambahkan bahwa ketika pasar seni dikelola dengan visi yang kuat, transparan, dan berkelanjutan, maka pasar tersebut tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan budaya dan kebanggaan nasional.

    “Bali memiliki kekuatan budaya yang luar biasa. Jika ekonomi kerakyatan diperkuat melalui pasar seni yang visioner, maka Bali tidak hanya menjadi destinasi wisata dunia, tetapi juga pusat ekonomi kreatif yang bermartabat dan berdaulat,” tegasnya.

    Dengan demikian, pasar seni bukan sekadar tempat jual beli, melainkan ruang peradaban yang menjaga keseimbangan antara ekonomi, budaya, dan spiritualitas sebuah fondasi penting bagi masa depan Bali yang mandiri, berdaya, dan tetap setia pada akar tradisinya.. (Tim13)

    Artikel lain  Pj. Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya Berpamitan ke Puri Kauhan Ubud
    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Putu Gede Astawa Dipercaya Jadi Kajati Papua Barat, Jaksa Agung ST Burhanuddin Rombak Jajaran Kejaksaan

    BNN RI dan Bea Cukai Bongkar Jaringan Vape Etomidate dari Malaysia, Sita 170 Cartridge dan Amankan Tujuh Tersangka

    Ocean Institute of Indonesia Resmi Diluncurkan, KKP Satukan 11 Perguruan Tinggi dan Politeknik Kelautan

    Catatang Nanang Lecir: Pelantikan Perwira Muda Bangsa

    Don't Miss
    Berita

    Putu Gede Astawa Dipercaya Jadi Kajati Papua Barat, Jaksa Agung ST Burhanuddin Rombak Jajaran Kejaksaan

    By cakranews810 August 2026

    JAKARTA – Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin melakukan perombakan besar dalam struktur organisasi Korps…

    BNN RI dan Bea Cukai Bongkar Jaringan Vape Etomidate dari Malaysia, Sita 170 Cartridge dan Amankan Tujuh Tersangka

    31 July 2026

    Ocean Institute of Indonesia Resmi Diluncurkan, KKP Satukan 11 Perguruan Tinggi dan Politeknik Kelautan

    27 July 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • Artikel
    © 2026 Cakranews8. Powered by Iwana.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.