Close Menu
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    cakranews8.com
    • Beranda
    • Berita
    • Artikel
    • Politik
    • Ekonomi
    • Nasional
    • Pariwisata
    cakranews8.com
    Home»Pariwisata»Belajar dari Alam, Jatiluwih Eco Farm, Destinasi Wisata Edukatif di Bali
    Pariwisata

    Belajar dari Alam, Jatiluwih Eco Farm, Destinasi Wisata Edukatif di Bali

    By cakranews817 April 2025Updated:17 April 20252 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link
    John K. Purna, Manajer Pengelola Desa Jatiluwih
    John K. Purna, Manajer Pengelola Desa Jatiluwih
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    TABANAN – Cakranews8.com, Bali kembali menghadirkan destinasi wisata berbasis alam yang edukatif dan melibatkan masyarakat lokal. Terletak di Jalan Batuluwih Kawan, kawasan Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Jatiluwih Eco Farm hadir sebagai alternatif segar dari bentang alam sawah yang telah mendunia di Desa Wisata Jatiluwih, yang sudah lebih dulu diakui UNESCO.

    Acara peresmian Jatiluwih Eco Farm pada Kamis, 17 April 2025, berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Kapolda Bali, Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.IK., M.Si., serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan kuat dari pemerintah dan aparat keamanan terhadap pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Bali.

    John K. Purna, Manajer Pengelola Desa Jatiluwih, menyebut Jatiluwih Eco Farm sebagai “adik” dari lanskap sawah ikonik Jatiluwih. Meski lebih muda, kehadirannya tak kalah potensial untuk mendongkrak perekonomian warga sekitar.

    “Ini bagian dari pemerataan manfaat ekonomi pariwisata. Semua kegiatan di sini berbasis masyarakat lokal mulai dari makanan, aktivitas wisata, sampai hasil pertanian,” kata John.

    Eco Farm ini mengusung konsep wisata berbasis pertanian organik dan pengalaman langsung di alam terbuka. Wisatawan diajak merasakan kehidupan desa secara otentik melalui aktivitas seperti membajak sawah, menanam padi, mandi lumpur, memancing, yoga, hingga membuat kopi, canang sari, dan minyak kelapa secara tradisional.

    Tak hanya dibuka di siang hari, Jatiluwih Eco Farm juga melayani wisatawan hingga malam hari untuk menjangkau pasar wisatawan mancanegara, terutama dari Eropa, yang mencari suasana alam dan budaya yang lebih mendalam.

    Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, John Purna menyisihkan 10 persen dari seluruh pendapatan usahanya untuk masyarakat dan Desa Adat Jatiluwih.

    Artikel lain  Moonstone Beach Lounge: Sandikala “Full Moon Party”

    Untuk meningkatkan aksesibilitas bagi wisatawan VIP, Jatiluwih Eco Farm telah membangun helipad yang memungkinkan pendaratan helikopter langsung di area tersebut. Langkah ini sejalan dengan upaya menjadikan kawasan ini sebagai tujuan wisata berkelas namun tetap berakar pada kearifan lokal.

    Desa Jatiluwih sendiri dikenal karena sistem irigasi subak-nya yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO sejak 2012. Pada tahun 2024, desa ini juga terpilih sebagai salah satu dari 55 Desa Wisata Terbaik Dunia versi UNWTO.

    Dengan perpaduan antara keindahan alam, edukasi pertanian, kearifan lokal, dan fasilitas modern seperti helipad, Jatiluwih Eco Farm diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara serta memperkuat posisi Jatiluwih sebagai ikon pariwisata berkelanjutan Bali.(Tim13)

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Penglipuran Mantapkan Langkah Menuju Pariwisata Regeneratif di Bali

    International Tourism Leaders Summit 2025 Hadir di Bali, Dorong Pariwisata Berkelanjutan

    Wonderful Night di Moonstone: Kombinasi Budaya dan Modern yang Spektakuler

    Wonderful Night: Perayaan Ulang Tahun Pertama Moonstone dengan Musik, Cahaya, dan Jiwa Laut

    Don't Miss
    Daerah

    Gilimanuk Padat, Pangdam Udayana Pantau Dari Udara dan Siapkan Langkah Penguraian

    By ebravenanda17 March 2026

    Jembrana | cakranews8 – Kepadatan arus mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk terlihat jelas dari udara. Antrean…

    Kepala BNN Pimpin Delegasi RI di CND Wina, Dorong Pendekatan Berimbang dalam Penanganan Narkotika Global

    15 March 2026

    Ajukan Banding Vonis Kasus Penembakan WNA Australia, Kejari Badung Nilai Putusan Belum Penuhi Rasa Keadilan

    14 March 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • Artikel
    © 2026 Cakranews8. Powered by Iwana.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.