PONTIANAK – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, secara resmi mengukuhkan dan melantik Daud Yordan sebagai Ketua Umum KONI Kalimantan Barat masa bakti 2025–2029 bersama jajaran pengurus. Pelantikan berlangsung di Hotel Mahkota Pontianak, Rabu (28/1/2026).
Dalam sambutannya, Marciano memberikan apresiasi atas prestasi atlet-atlet Kalimantan Barat yang telah mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional. Salah satunya adalah Veddriq Leonardo, atlet panjat tebing yang mencatat sejarah sebagai peraih medali emas Olimpiade pertama Indonesia di cabang tersebut.
Selain itu, Kalimantan Barat juga memiliki Devi Safitri yang berhasil meraih gelar juara dunia Hapkido pada kejuaraan dunia di Korea Selatan tahun 2018. Prestasi lainnya ditorehkan pada ajang SEA Games Thailand 2025 melalui Muhammad Alfi Kusuma yang meraih emas Taekwondo Poomsae Beregu Putra serta Bernard Benyamin Van Aert yang menyumbangkan medali perunggu dari nomor balap sepeda lintasan.
Berbagai capaian tersebut dinilai menjadi modal sekaligus motivasi bagi kepengurusan KONI Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Daud Yordan, yang juga dikenal sebagai mantan juara dunia tinju profesional.
“Saya rasa ini saat yang tepat. Ketua KONI-nya seorang juara dunia tinju yang selalu membanggakan. Kehadiran sosok juara dunia menjadi hal positif bagi KONI Kalimantan Barat,” ujar Marciano.
Ia menegaskan, melalui program pembinaan olahraga yang terarah, terukur, dan berkelanjutan, Kalimantan Barat berpeluang menjadi salah satu lumbung atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Namun demikian, Marciano juga menyoroti capaian Kalimantan Barat pada beberapa Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir yang mengalami penurunan peringkat. Pada PON XVIII/2012 di Riau, Kalbar berada di posisi ke-16. Peringkat tersebut turun menjadi ke-22 pada PON XIX/2016 Jawa Barat, kembali turun ke posisi ke-25 pada PON XX/2021 Papua, dan menjadi ke-26 pada PON XXI/2024 Aceh-Sumut. Sementara pada PON Bela Diri I Tahun 2025 di Kudus, Kalbar menempati peringkat ke-15.
“Evaluasi dan konsolidasi harus menjadi agenda utama. Semua program yang ditetapkan harus menjadi landasan kerja KONI Kalimantan Barat dalam mengantar atlet meraih prestasi,” tegas Marciano.
Ketum KONI Pusat juga meyakini dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan menjadi faktor penting dalam peningkatan prestasi olahraga daerah.
“Saya ingin olahraga prestasi mampu mempersatukan masyarakat, sebagaimana keinginan saya mempersatukan Indonesia melalui olahraga,” katanya.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyatakan pemerintah daerah memandang KONI sebagai mitra strategis dalam pengembangan olahraga prestasi.
“Kami siap memberikan dukungan kepada KONI Kalimantan Barat. Insya Allah pada 2026, saya akan membuktikan komitmen untuk kemajuan prestasi olahraga,” ujarnya.
Ia juga menargetkan Kalimantan Barat mampu menembus 15 besar pada PON XXII Tahun 2028 yang akan digelar di NTT dan NTB.
Sementara itu, Daud Yordan menyampaikan sejumlah agenda prioritas selama masa kepemimpinannya, di antaranya peningkatan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Ia juga berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari anggota, pemerintah, hingga sektor swasta.
Selain itu, KONI Kalimantan Barat juga menargetkan diri menjadi tuan rumah PON XXIII Tahun 2032.
Sebelum pelantikan, Marciano Norman sempat meninjau Stadion Olahraga Sultan Syarif Abdurrahman yang terintegrasi dengan Kantor KONI Kalimantan Barat. Ia menyoroti sejumlah fasilitas yang membutuhkan perbaikan, khususnya lintasan atletik yang telah mengalami kerusakan.
Menurutnya, dengan dukungan pemerintah daerah dan pengelolaan yang profesional, seluruh venue olahraga di Kalimantan Barat dapat dimaksimalkan untuk mencetak atlet berprestasi.
“Fasilitas olahraga harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah agar mampu melahirkan atlet nasional dan dunia,” pungkas Marciano. (team13)
