Close Menu
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    cakranews8.com
    • Beranda
    • Berita
    • Artikel
    • Politik
    • Ekonomi
    • Nasional
    • Pariwisata
    cakranews8.com
    Home»Berita»Gung Ronny Tegaskan Peran Pecalang Harus Kembali ke Pakem, Tolak Ormas Luar yang Ganggu Stabilitas Bali.
    Berita

    Gung Ronny Tegaskan Peran Pecalang Harus Kembali ke Pakem, Tolak Ormas Luar yang Ganggu Stabilitas Bali.

    By ebravenanda13 May 20252 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    DENPASAR – Ketua Projo Bali, Gusti Agung Ronny Indra Wijaya (Gung Ronny), menegaskan bahwa pecalang sebagai polisi adat tidak seharusnya mengambil alih fungsi penegak hukum atau terlibat dalam urusan di luar tradisi Bali. Pernyataan ini disampaikannya menanggapi maraknya polemik di media sosial terkait kehadiran ormas (organisasi masyarakat) luar di Bali yang dinilai berpotensi memicu keresahan, Selasa (13/05/2025).

    Gung Ronny menekankan bahwa pecalang memiliki peran khusus dalam budaya Bali, yakni sebagai penjaga ketertiban berdasarkan adat, bukan sebagai alat penertiban umum seperti mengatur pedagang kaki lima, parkir liar, apalagi menghadapi ormas luar.
    “Pecalang itu harus ‘celang’ (waspada), ‘celing’ (tajam pendengaran), dan ‘celong’ (jelas penglihatan). Mereka bukan garda depan untuk urusan penegakan Perda atau bentrok dengan ormas,” tegasnya.

    Ia menyayangkan fenomena pecalang yang kerap “cawe-cawe” di luar tugas utamanya, bahkan terlibat dalam konflik dengan ormas luar. “Yang berwenang membatasi ormas itu Kesbangpol, bukan pecalang,” tegas Ronny.

    Isu viral terkait penolakan ormas luar di Bali, terutama yang kerap dikaitkan dengan tindakan premanisme seperti penguasaan lahan dan kekerasan, mendapat sorotan tajam. Ronny membedakan tegas antara ormas yang taat hukum dan preman berbaju ormas.
    “Jangan generalisasi. Tidak semua ormas preman, tapi juga tidak semua preman itu ormas. Pemerintah harus tegas menertibkan yang abu-abu,” ujarnya.

    Ia mendorong Kesbangpol untuk memberikan pembinaan kepada ormas tentang batasan aktivitas di Bali, alih-alih sekadar larangan tanpa solusi. “Beri mereka pemahaman, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Bali. Jangan cuma viral di media, tapi implementasinya nol,” kritiknya.

    Ronny menilai pemerintah kerap hanya bersikap reaktif saat isu ormas viral, tanpa tindakan berkelanjutan. “Jangan hangat-hangat tahi ayam. Kalau mau melindungi Bali, lakukan dengan konsisten, termasuk menertibkan ormas yang ada di dalam pemerintahan sendiri,” sindirnya, menyiratkan adanya kepentingan ganda di tubuh birokrasi.

    Artikel lain  Sinergi TNI dan Imigrasi: Kodam IX/Udayana Perkuat Pengamanan di Bali.

    Sebagai solusi, Gung Ronny menyarankan:
    1. Pecalang difokuskan kembali sebagai penjaga adat, bukan penegak hukum umum.
    2. Kesbangpol dan kepolisian harus lebih aktif mengawasi ormas, termasuk preman yang “berkedok” ormas.
    3. Pemerintah perlu membuat regulasi jelas dan program edukasi untuk ormas luar yang ingin beraktivitas di Bali.

    Dengan budaya Bali yang unik dan berbasis adat, upaya melindunginya dari infiltrasi ormas yang meresahkan harus dilakukan tanpa mengorbankan peran pecalang sebagai simbol kearifan lokal. Pemerintah dituntut tegas, bukan sekadar retorika. (Tim-08)

    Ormas Pecalang Projo Bali
    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    KPK Tangkap Wakil Ketua PN Depok, Dugaan Suap Perkara Lahan Jadi Sorotan

    OTT KPK Gegerkan Kemenkeu, Pejabat Bea Cukai Terjaring Operasi

    Daud Yordan Resmi Pimpin KONI Kalbar 2025–2029, Targetkan Masuk 15 Besar PON 2028

    Dari Densus 88 ke Polda Bali, I Made Astawa Resmi Jabat Wakapolda

    Don't Miss
    Berita

    KPK Tangkap Wakil Ketua PN Depok, Dugaan Suap Perkara Lahan Jadi Sorotan

    By cakranews86 February 2026

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali…

    OTT KPK Gegerkan Kemenkeu, Pejabat Bea Cukai Terjaring Operasi

    4 February 2026

    Bank BPD Bali: Tulang Punggung Ekonomi Kerakyatan Bali

    4 February 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • Artikel
    © 2026 Cakranews8. Powered by Iwana.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.