Denpasar — Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri talkshow bertema pencegahan penyebaran paham terorisme di lingkungan pendidikan Provinsi Bali pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini digelar di Gedung Presisi Polda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar.
Kehadiran orang nomor satu di Bali tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat ketahanan ideologi generasi muda. Menurutnya, dunia pendidikan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mencegah masuknya paham radikalisme yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Talkshow ini diselenggarakan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pelajar, tenaga pendidik, hingga pemangku kepentingan di sektor pendidikan. Forum ini menjadi ruang dialog terbuka untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya terorisme serta pentingnya deteksi dini di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberikan edukasi mengenai ciri-ciri penyebaran paham radikal, pola rekrutmen yang kerap menyasar generasi muda, hingga langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan oleh sekolah dan keluarga. Pendekatan ini dinilai penting agar upaya pencegahan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga sistematis dan berkelanjutan.
Melalui forum ini, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berdaya tahan tinggi terhadap pengaruh ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan dunia pendidikan pun diharapkan semakin kuat dalam menjaga Bali tetap kondusif.
Upaya kolaboratif tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan Bali tidak hanya aman sebagai destinasi pariwisata dunia, tetapi juga sebagai ruang hidup yang damai bagi masyarakatnya, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa. (Tim13)
