DENPASAR – Memasuki tahun keempat, Pertiwi Indonesia Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan anak-anak disabilitas melalui program pelatihan kreativitas dan kemandirian di bawah naungan Pusat Layanan Disabilitas (PLD) Kota Denpasar, Dinas Sosial Kota Denpasar.
Bertempat di ruang aula dan rapat PLD Kota Denpasar, Jl. Mataram No.3, Dauh Puri, Denpasar, Bali, diselenggarakan pelatihan kerajinan tangan bagi para penyandang disabilitas oleh para relawan dari Pertiwi Indonesia Bali, Kamis (27/02/2025)
Program ini bertujuan untuk melatih keterampilan hidup dan kemandirian anak-anak disabilitas, sekaligus memberikan bekal keterampilan tambahan yang dapat menjadi modal untuk berwirausaha di masa depan.
Dalam program ini, anak-anak didik diberikan dua materi utama, yaitu kerajinan tangan dan kelas memasak. Selain itu, mereka juga diajarkan materi bermusik, berkuis, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya.
“Tujuan utama dari kelas kreativitas ini adalah melatih kemandirian anak-anak didik. Kami berharap, dengan keterampilan yang diajarkan, mereka dapat lebih mandiri dan bahkan mampu berwirausaha secara sederhana,” ujar Hanna Marisa Siregar, Ketua Pertiwi Indonesia Bali.
Hanna menambahkan bahwa materi-materi yang diajarkan oleh PLD sangat berkualitas dan dirancang untuk memaksimalkan potensi anak-anak.“Selain kerajinan tangan dan memasak, ada juga materi bermusik dan berkuis yang sangat bermanfaat. Semua ini diharapkan dapat membuka wawasan dan meningkatkan keterampilan mereka,” jelasnya.
Pelaksanaan program ini tidak lepas dari dukungan para pengajar dan orang tua murid yang turut terlibat aktif.
“Awalnya, kami didampingi oleh para pengajar dan orang tua murid. Namun, seiring berjalannya waktu, kami merasa seperti satu keluarga besar. Bahkan, orang tua murid pun ikut belajar dan menambah ilmu melalui program ini,” tutur Hanna.
Meskipun demikian, pelaksanaan program ini tidak selalu berjalan mulus. Namun, berkat kerja sama dan semangat dari semua pihak, kendala-kendala yang muncul dapat diatasi dengan baik.
“Alhamdulillah, teman-teman semua mengerjakan tugasnya dengan senang hati. Dukungan dari pengajar dan orang tua membuat kami merasa seperti satu tim yang solid,” ucap Hanna.
Ke depan, Pertiwi Indonesia Bali berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi anak-anak disabilitas di Denpasar.
“Harapan kami, anak-anak didik ini dapat semakin mandiri dan memiliki keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan mereka. Kami juga berharap masyarakat semakin peduli dan terinspirasi untuk turut serta dalam kegiatan sosial seperti ini,” pungkas Hanna. Program ini tidak hanya menjadi wadah untuk meningkatkan keterampilan anak-anak disabilitas, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, organisasi sosial, dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif. Semoga langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berdaya.
Pertiwi Indonesia Bali adalah organisasi sosial yang aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan pelatihan keterampilan. Sejak berdiri, organisasi ini telah menjadi salah satu pilar sosial di Kota Denpasar, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup anak-anak disabilitas dan kelompok rentan lainnya. (Tim-08)