Close Menu
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    cakranews8.com
    • Beranda
    • Berita
    • Artikel
    • Politik
    • Ekonomi
    • Nasional
    • Pariwisata
    cakranews8.com
    Home»Berita»Pemprov Bali Setengah Hati, Transportasi Publik Dibiarkan Mati
    Berita

    Pemprov Bali Setengah Hati, Transportasi Publik Dibiarkan Mati

    By ebravenanda5 January 2025Updated:5 January 20252 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    DENPASAR – Pemerhati transportasi sekaligus pengguna setia layanan publik, Dyah Rooslina, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas keputusan Pemprov Bali menghentikan operasional Bus Transportasi Massal Bali (TMD). Ia menilai kebijakan ini mencerminkan kurangnya keberpihakan pemerintah terhadap transportasi publik yang vital bagi masyarakat dan pariwisata Bali.

    “Sebagai pengguna, saya sangat kecewa. Bus TMD ini sudah memberikan layanan yang baik, bersih, dan nyaman. Tapi, sayangnya, Pemprov Bali seolah tidak peduli. Mereka membiarkan transportasi publik mati tanpa ada usaha serius untuk mempertahankannya,” ujar Dyah dengan nada tegas, Sabtu (04/01/2025)

    Dyah Rooslina

    Dirinya menyoroti minimnya edukasi dari Pemprov Bali untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik. Menurutnya, pemerintah hanya meluncurkan program tanpa memikirkan keberlanjutan. “Masyarakat Bali tidak teredukasi dengan baik tentang pentingnya transportasi publik. Kalau bus terlihat kosong di siang hari, itu bukan berarti layanannya buruk, melainkan masyarakat tidak dipahamkan manfaatnya,” tambahnya.

    Dyah juga mengkritik alokasi anggaran Pemprov Bali yang dinilainya tidak memprioritaskan transportasi publik. Ia menyoroti adanya pungutan wisatawan asing sebesar Rp150 ribu per orang sesuai Perda No. 6 Tahun 2023, yang kini telah menghasilkan Rp300 miliar. Namun, dana tersebut tidak digunakan untuk menyelamatkan TMD.

    “Dana sebesar itu harusnya digunakan untuk mendukung operasional TMD. Apakah pemerintah tidak melihat potensi besar dari transportasi publik ini ? Kalau masalahnya subsidi, kenapa tidak ambil dari pungutan wisatawan, PKB, atau BBNKB ? Ini namanya pemerintah tidak punya komitmen,” ujarnya dengan nada kecewa.

    Masyarakat pengguna bus TMD

    Menurut Dyah, penghentian TMD bukan hanya kerugian bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi wisatawan yang membutuhkan transportasi publik yang aman dan nyaman. Transportasi publik seperti TMD, katanya, dapat menjadi solusi mengurangi kemacetan, polusi, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan.

    Artikel lain  Fitnah dan Insinuasi Tingkat Tinggi terhadap Sufmi Dasco Ahmad

    “Wisatawan asing sering memuji kebersihan dan kenyamanan TMD, bahkan membandingkannya dengan kota lain di Indonesia. Tapi, apa gunanya kalau akhirnya dihentikan? Ini langkah mundur bagi Bali,” ungkap Dyah.

    Dyah mendesak Pemprov Bali untuk segera mengevaluasi kebijakan transportasi publik. Ia berharap pemerintah tidak hanya fokus pada proyek-proyek besar, tetapi juga memikirkan kebutuhan mendasar masyarakat. “Transportasi publik itu investasi, bukan sekadar pengeluaran. Pemprov Bali harus segera bertindak, atau kepercayaan masyarakat akan hilang,” tegasnya.

    Ia juga berharap pungutan wisatawan asing dapat dialokasikan untuk mendukung transportasi publik seperti TMD. “Jangan sampai dana besar yang dikumpulkan hanya jadi angka di laporan tanpa ada manfaat nyata untuk rakyat dan wisatawan,” tutupnya.(Tim-08)

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    OTT KPK Gegerkan Kemenkeu, Pejabat Bea Cukai Terjaring Operasi

    Daud Yordan Resmi Pimpin KONI Kalbar 2025–2029, Targetkan Masuk 15 Besar PON 2028

    Dari Densus 88 ke Polda Bali, I Made Astawa Resmi Jabat Wakapolda

    Wakapolri Dorong Penguatan Respons Aparat terhadap Modus Kejahatan Digital

    Don't Miss
    Berita

    OTT KPK Gegerkan Kemenkeu, Pejabat Bea Cukai Terjaring Operasi

    By cakranews84 February 2026

    JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Direktorat…

    Bank BPD Bali: Tulang Punggung Ekonomi Kerakyatan Bali

    4 February 2026

    Daud Yordan Resmi Pimpin KONI Kalbar 2025–2029, Targetkan Masuk 15 Besar PON 2028

    30 January 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • Artikel
    © 2026 Cakranews8. Powered by Iwana.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.