DENPASAR – Kursus Teologi Hindu Angkatan VI yang diselenggarakan oleh Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil Bali dan PHDI Provinsi Bali resmi berakhir pada Minggu, 23 Maret 2025. Acara ini ditutup dengan Samãvartana (kelulusan) yang dilaksanakan di Pura Lokanatha pada Wraspati Keliwon, 03 April 2025.
Sebanyak 373 peserta mengikuti kursus ini, yang terbagi ke dalam tiga tingkat: Tingkat 1 (Teologi Dasar) sebanyak 173 peserta, Tingkat 2 (Teologi Kepemangkuan) sebanyak 160 peserta, dan Tingkat 3 (Teologi Kepanditaan) sebanyak 40 peserta.
Kegiatan ini dimulai pada 1 Juni 2024 dengan prosesi Sisya Upanayana yang dilaksanakan di Padmasana PHDI Provinsi Bali. Selama kurang lebih delapan bulan, para peserta yang berasal dari Bali dan berbagai daerah lain seperti Depok, Bogor, Yogyakarta, Banyuwangi, Sukoharjo, Ogan Ilir, Lampung, Konawe, Tugu Mulyo-Sumatera Selatan, serta Surabaya, mengikuti program ini.
Pelaksanaan kursus dibagi menjadi dua metode: daring melalui platform Zoom Meeting untuk memudahkan peserta dari luar Bali dan luring yang diadakan di Gedung PHDI Bali, Jalan Ratna No. 51, Tatasan Kaja, Tonja, Denpasar.
Pinandita Dewa Putu Andika Septiawan, S.H., menyampaikan bahwa kursus ini menghadirkan pengajar yang merupakan praktisi dan akademisi berpengalaman di bidangnya. Dari total peserta, 348 orang berhasil lulus dan menerima sertifikat, dengan rincian Tingkat 1 (Teologi Dasar) sebanyak 162 peserta, Tingkat 2 (Teologi Kepemangkuan) sebanyak 150 peserta, dan Tingkat 3 (Teologi Kepanditaan) sebanyak 36 peserta.
Materi yang diajarkan dalam kursus ini mencakup:
Moderasi Beragama
Filsafat Saiva Siddhanta
Sejarah Evolusi Kasogatan (Kabodhan)
Teologi Hindu Global & Nusantara
Weda, Wariga, Purana, Itihasa, Upanisad, dan Sastra Bali
Kajang, Ulap-ulap, Praktek Nganteb, Yoga, Arga Patra
Teori dan praktek pembuatan berbagai macam uperengga
Kanda Pat, Tantra, serta Dasa Bayu
Dalam kesempatan ini, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar atas dukungannya kepada Yayasan Dharma Pinandita. Dukungan ini diwujudkan dalam bentuk beasiswa bagi tiga pemangku dari Buleleng, Jembrana, dan Gianyar
Prosesi Pawintenan Ghanapati dalam acara Samãvartana ini dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharya Nanda, Ida Rshi Bhujangga Waisnawa Putra Wirya Ardhanareswara, dan Ida Bhagawan Wajrasattwa Dwijananda.
Pinandita (Jro Mangku) I Wayan Dodi Arianta, Ketua PSN Korwil Bali, menekankan bahwa minat masyarakat terhadap Teologi Hindu semakin meningkat, tidak hanya di Bali dan Indonesia, tetapi juga dari luar negeri.
“Banyak praktisi yang memahami teknis pelaksanaan upacara, tetapi belum memahami esensi Teologi Hindu itu sendiri,” ujarnya.
“Pemahaman tentang Tattwa dalam agama Hindu diharapkan dapat menjadi pedoman dalam melaksanakan berbagai upacara keagamaan Hindu, terutama di Bali,” pungkasnya.(Tim)