BULELENG – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, TNI Purn. Marciano Norman, membuka 2026 CMAS World Championship Underwater Photo & Video yang berlangsung di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin (5/10/2026).
Kejuaraan dunia olahraga bawah air yang berlangsung hingga 11 Oktober 2026 tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan bawah laut sekaligus potensi pariwisata bahari kepada masyarakat internasional.
Ajang yang berada di bawah naungan Confédération Mondiale des Activités Subaquatiques (CMAS) ini diselenggarakan oleh Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB POSSI) bersama Karang Divers sebagai Local Organising Committee (LOC).
Sekitar 80 atlet dari 19 negara ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Jumlah peserta masih memungkinkan bertambah seiring berlangsungnya rangkaian kegiatan.
Para atlet akan berkompetisi dalam berbagai nomor fotografi dan videografi bawah air. Untuk kategori fotografi, nomor yang dipertandingkan meliputi Fish, Theme, Close-Up, Wide-Angle, Wide-Angle with Diver/Model, Creative, dan Smart Device.
Sementara kategori videografi terdiri atas Creative Movie, Theme Movie, serta 60-Second Video.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan peserta, registrasi, rapat penyelenggara dan upacara pembukaan pada 5 Oktober 2026. Selanjutnya, peserta mengikuti latihan resmi pada 6 Oktober sebelum memasuki tahapan kompetisi sesuai jadwal teknis yang telah ditetapkan panitia.
Kejuaraan kemudian dilanjutkan hingga agenda penghargaan dan penutupan pada 10 Oktober. Para peserta dijadwalkan meninggalkan Pemuteran pada 11 Oktober 2026.
Pemuteran Jadi Panggung Promosi Bahari Indonesia
Pemuteran dipilih sebagai lokasi kejuaraan dunia karena memiliki kekayaan bawah laut yang menjadi daya tarik wisata sekaligus memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan konservasi dan restorasi terumbu karang berbasis masyarakat.
Penyelenggaraan kejuaraan ini tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi olahraga bawah air. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan ekosistem laut Indonesia melalui karya fotografi dan videografi yang dihasilkan para peserta dari berbagai negara.
Keberadaan atlet dan delegasi internasional di Pemuteran diharapkan turut memperkuat promosi pariwisata bahari, khususnya kawasan Bali Utara, sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut.
Dari sisi kesiapan wilayah, Pemerintah Desa Pemuteran pada 2 Oktober 2026 telah menggelar rapat koordinasi bersama unsur pemerintah, aparat keamanan, desa adat, POSSI dan pihak terkait lainnya.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar.
Sementara itu, Polsek Gerokgak juga telah melakukan sosialisasi kepada kelompok nelayan Pemuteran terkait pelaksanaan kejuaraan dunia tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari koordinasi dengan masyarakat pesisir agar aktivitas kompetisi dapat berlangsung dengan baik tanpa mengganggu kegiatan masyarakat setempat.
Dengan kehadiran peserta dari berbagai negara serta dukungan berbagai unsur, 2026 CMAS World Championship Underwater Photo & Video diharapkan menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Ajang ini sekaligus menjadi panggung internasional untuk memperkenalkan keindahan bawah laut Pemuteran dan kekayaan bahari Indonesia kepada dunia. (Tim13)
