Close Menu
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    cakranews8.com
    • Beranda
    • Berita
    • Artikel
    • Politik
    • Ekonomi
    • Nasional
    • Pariwisata
    cakranews8.com
    Home»Berita»BIBU Panji Sakti dan PTDI Teken Kontrak Tiga N219, Dorong Logistik Laut-Udara
    Berita

    BIBU Panji Sakti dan PTDI Teken Kontrak Tiga N219, Dorong Logistik Laut-Udara

    By cakranews826 August 2026Updated:26 August 20266 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BANDUNG — PT BIBU Panji Sakti dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) resmi melangkah ke tahap baru dalam kerja sama pengadaan pesawat N219. Setelah sebelumnya menandatangani nota kesepahaman (MoU), kedua perusahaan kini mengikat kerja sama melalui kontrak pembelian tiga unit N219 yang akan digunakan untuk mendukung sistem logistik berbasis maritim.

    Penandatanganan kontrak berlangsung di Hanggar FAL N219 PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Rabu (26/8/2026). Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari rencana PT BIBU Panji Sakti membangun ekosistem distribusi yang mengintegrasikan transportasi laut dan udara, terutama untuk mempercepat pengiriman komoditas perikanan dari wilayah kepulauan ke pasar domestik maupun internasional.

    Tiga pesawat yang dipesan merupakan N219 Amfibi, produk industri dirgantara dalam negeri yang dikembangkan PTDI. Varian tersebut dirancang agar dapat beroperasi melalui landasan darat maupun permukaan air, sehingga dinilai sesuai untuk wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur penerbangan.

    Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, mengatakan peningkatan kerja sama dari MoU menjadi kontrak pembelian menunjukkan keseriusan perusahaan merealisasikan konsep rantai pasok hasil laut yang selama ini disiapkan.

    “Ini bukan lagi sekadar rencana. Dengan ditandatanganinya kontrak pembelian, kami masuk ke tahap implementasi. Kami ingin membangun sistem logistik yang menghubungkan laut dan udara sehingga hasil perikanan dari wilayah-wilayah kepulauan dapat bergerak lebih cepat menuju pasar,” ujar Erwanto.

    Menurut dia, karakter geografis Indonesia yang terdiri atas banyak wilayah kepulauan membutuhkan alternatif transportasi yang tidak selalu bergantung pada ketersediaan jalan dan landasan pesawat konvensional.

    Dalam konteks komoditas perikanan, kecepatan distribusi menjadi faktor penting karena berkaitan langsung dengan kualitas dan nilai jual produk.

    “Bagi Indonesia, khususnya wilayah timur, kecepatan adalah bagian penting dari nilai ekonomi komoditas laut. Ikan segar, tuna kualitas ekspor, live seafood, dan komoditas laut bernilai tinggi tidak bisa terlalu lama menunggu. Karena itu, kami membutuhkan moda transportasi yang bisa mendekatkan sentra produksi dengan pasar,” katanya.

    Artikel lain  Bank BPD Bali: Tulang Punggung Ekonomi Kerakyatan Bali

    Dioperasikan PT BIBU Agro Maritim

    Tiga N219 tersebut nantinya akan dioperasikan PT BIBU Agro Maritim, anak usaha PT BIBU Panji Sakti yang bergerak dalam pengembangan serta pengelolaan rantai pasok komoditas maritim.

    Direktur Utama PT BIBU Agro Maritim, Anak Agung Ngurah Alit Kakarsana, mengatakan karakter komoditas perikanan bernilai tinggi menjadikan waktu sebagai salah satu aspek utama dalam proses distribusi.

    N219 diharapkan dapat berfungsi sebagai penghubung antara sentra produksi dengan pusat perdagangan dan pasar ekspor. Dengan kemampuan operasionalnya, pesawat tersebut diarahkan untuk membuka akses distribusi dari wilayah produksi perikanan, khususnya kawasan Indonesia timur.

    Kakarsana menyebut komoditas seperti live seafood dan tuna kualitas sashimi-grade membutuhkan sistem pengiriman yang cepat agar kualitas produk tetap terjaga sekaligus memperoleh nilai ekonomi yang optimal.

    Kerja sama PT BIBU Panji Sakti dengan PTDI sebenarnya telah dimulai pada Desember 2025. Saat itu, kedua perusahaan menandatangani MoU pengadaan tiga unit N219 konfigurasi kargo di Hanggar Aircraft Services PTDI, Bandung.

    MoU tersebut ditandatangani Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo bersama Direktur Niaga, Teknologi dan Pengembangan PTDI Moh Arif Faisal.

    Dalam kesepakatan awal, N219 dirancang sebagai feeder aircraft yang bertugas mengumpulkan komoditas laut dari sejumlah titik di Bali sebelum diteruskan menggunakan pesawat dengan kapasitas lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

    PTDI ketika itu juga menyiapkan kajian lanjutan yang mencakup rute potensial, kebutuhan volume angkutan, aspek teknis dan ekonomi, serta rekomendasi operasional.

    Setelah melalui proses pengembangan selama sekitar delapan bulan, kerja sama yang sebelumnya masih berada dalam tahap kesepahaman tersebut kini berlanjut ke kontrak komersial.

    Kontrak dengan PT BIBU Panji Sakti sekaligus menjadi bagian dari upaya PTDI memperluas pasar komersial N219. Pesawat produksi nasional tersebut sebelumnya juga telah memperoleh kontrak penjualan untuk kebutuhan angkutan kargo.

    Artikel lain  Koster Matahari dari Singaraja

    Pada Mei 2026, PTDI menandatangani kontrak penjualan empat unit N219 dengan PT Mitra Aviasi Perkasa. Pesawat tersebut direncanakan untuk mendukung kegiatan angkutan kargo di wilayah perintis.

    Direktur Utama PTDI Marsda TNI (Purn.) Gita Amperiawan mengatakan perkembangan pasar N219 menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri pesawat nasional sekaligus membuktikan kemampuan produk dirgantara Indonesia dalam menjawab kebutuhan transportasi domestik.

    “Kontrak ini menunjukkan bahwa N219 bukan hanya sebuah produk teknologi, tetapi mulai menjadi solusi nyata bagi kebutuhan konektivitas Indonesia. Kami melihat kebutuhan yang besar untuk pesawat yang mampu beroperasi di wilayah kepulauan, daerah terpencil, maupun kawasan yang memiliki keterbatasan infrastruktur,” kata Gita.

    Menurut Gita, pengembangan industri pesawat nasional juga membutuhkan dukungan ekosistem yang melibatkan sektor swasta. Produsen pesawat, operator, pengguna jasa, pemerintah, dan pelaku usaha perlu membangun rantai nilai secara bersama-sama.

    N219 Amfibi memiliki kemampuan yang berbeda dibandingkan pesawat komersial konvensional. Selain dapat digunakan dari landasan darat, varian tersebut dikembangkan untuk melakukan lepas landas dan pendaratan di permukaan air.

    Pesawat ini memiliki kapasitas hingga 19 penumpang dan dapat dikonfigurasi untuk berbagai kebutuhan. Selain angkutan penumpang dan kargo, N219 juga dapat diarahkan untuk misi evakuasi medis, patroli maritim hingga pencarian dan pertolongan atau SAR.

    Karakteristik tersebut dinilai relevan dengan kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki banyak wilayah pesisir, pulau-pulau terpencil, serta sentra perikanan yang belum seluruhnya ditunjang infrastruktur landasan konvensional.

    Dalam dokumen teknis N219 Amfibi, kemampuan beroperasi di permukaan air juga diproyeksikan dapat membantu distribusi komoditas laut dari kawasan terpencil. Pesawat dapat mendekati wilayah pesisir atau sentra perikanan tanpa selalu membutuhkan pembangunan landasan konvensional.

    Artikel lain  Diskusi Bersama Brigjen Pol. Made Astawa: Pengabdian, Integritas, dan Semangat Bhayangkara Menuju Indonesia Emas 2045

    Bagi PT BIBU Panji Sakti, pengadaan tiga pesawat tersebut merupakan bagian dari agenda yang lebih besar dalam membangun rantai pasok ekonomi biru. Rencana itu juga ditempatkan dalam blueprint Bandara Internasional Bali Utara yang direncanakan berada di kawasan perairan Kubutambahan, Buleleng.

    Erwanto mengatakan sistem tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas laut Indonesia dengan mempercepat akses menuju pasar yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

    “Kami ingin nelayan dan pelaku usaha perikanan mendapatkan nilai tambah yang lebih besar. Jangan sampai produk yang memiliki kualitas ekspor kehilangan nilainya hanya karena persoalan distribusi,” ujarnya.

    Dengan ditandatanganinya kontrak pembelian tersebut, kerja sama BIBU Panji Sakti dan PTDI memasuki fase implementasi. Jika pada 2025 hubungan kedua perusahaan masih berupa kesepahaman untuk mengembangkan model pengangkutan komoditas laut, maka pada 2026 rencana tersebut mulai diwujudkan melalui pengadaan armada.

    Bagi PT BIBU Panji Sakti, tiga N219 Amfibi diharapkan menjadi salah satu bagian dari jaringan logistik laut-udara yang menghubungkan Bali dan kawasan Indonesia timur dengan pasar domestik serta internasional.

    Sementara bagi PTDI, kontrak tersebut semakin memperkuat posisi N219 sebagai produk industri dirgantara nasional yang tidak hanya berfungsi mendukung konektivitas wilayah, tetapi juga memiliki peluang pasar komersial sesuai karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. (Tim13)

    Bali Bali Utara Bandara Internasional Bali Utara BIBU Agro Maritim Buleleng Indonesia Timur Konektivitas Wilayah. Kubutambahan Logistik Udara N219 Amfibi Pesawat N219 PT BIBU Panji Sakti PT Dirgantara Indonesia PTDI
    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Koster Siapkan 1.000 Hektare Lahan PLTS, Bahlil: Paten Betul Gubernur Bali

    Prestasi Satrio Wibowo di President Cup: Buah Kerja Keras dan Keberanian

    Wolfgang’s Steakhouse Perkuat Bisnis Kuliner Premium, Cabang Ketiga Resmi Dibuka di Bali

    Penanggulangan Gempa Flores NTT: Kodam IX/Udayana Pasok Logistik dan Percepat Pemulihan

    Don't Miss
    Berita

    BIBU Panji Sakti dan PTDI Teken Kontrak Tiga N219, Dorong Logistik Laut-Udara

    By cakranews826 August 2026

    BANDUNG — PT BIBU Panji Sakti dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) resmi melangkah ke tahap…

    Koster Siapkan 1.000 Hektare Lahan PLTS, Bahlil: Paten Betul Gubernur Bali

    25 August 2026

    Prestasi Satrio Wibowo di President Cup: Buah Kerja Keras dan Keberanian

    25 August 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • Artikel
    © 2026 Cakranews8. Powered by Iwana.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.