BADUNG | Wolfgang’s Steakhouse resmi memperluas bisnisnya di Indonesia dengan membuka cabang ketiga di Bali. Grand opening restoran steak asal New York tersebut berlangsung di Parc Valle Petitenget, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (21/8/2026).
Kehadiran Wolfgang’s Steakhouse Bali membawa konsep fine dining khas New York yang dipadukan dengan atmosfer tropis Bali. Pembukaan ini menjadi bagian dari ekspansi bisnis kuliner premium sekaligus menyasar wisatawan domestik maupun mancanegara yang menginginkan pengalaman bersantap dengan standar steak kelas dunia.
Ekspansi Wolfgang’s Steakhouse di Indonesia merupakan hasil kerja sama antara pemegang lisensi global restoran tersebut dengan pengusaha Indonesia Rudy Salim.
Melalui lini bisnis food and beverage (F&B) di bawah grup usahanya, Rudy Salim berperan sebagai mitra bisnis sekaligus investor utama yang membawa dan mengoperasikan waralaba Wolfgang’s Steakhouse di Indonesia.
Andalkan USDA Prime dan Dry-Aging 28 Hari
Salah satu keunggulan yang ditawarkan Wolfgang’s Steakhouse adalah penggunaan daging sapi USDA Prime, yang merupakan standar kualitas premium dari Amerika Serikat.
Daging didatangkan dalam kondisi segar dan tidak melalui proses pembekuan sejak dari rumah potong hewan di Amerika Serikat. Setelah tiba di restoran, seluruh proses selanjutnya dilakukan secara langsung di fasilitas restoran, termasuk tahapan dry-aging.
Proses pematangan dilakukan di ruang khusus dengan suhu sekitar 1-3 derajat Celsius dan kelembapan sekitar 70 persen selama 28 hari. Teknik tersebut menjadi salah satu kunci dalam membentuk karakter rasa, aroma dan tekstur daging yang menjadi ciri khas Wolfgang’s Steakhouse.
Co-Founder Wolfgang’s Steakhouse, Peter Zwiener, mengatakan standar tersebut menjadi komitmen yang dipertahankan di setiap gerai.
“Daging segar dikirim ke setiap lokasi dan proses dry-aging dilakukan sendiri di tempat. Kami tidak pernah membeli daging yang sudah dikemas dari pihak ketiga. Hal inilah yang membuat cita rasa kami begitu spesial,” ujar Peter Zwiener.
Sementara itu, Co-Founder Wolfgang’s Steakhouse Lydia D’Amato menilai Bali memiliki potensi pasar yang kuat karena merupakan salah satu destinasi wisata internasional utama.
Menurutnya, perpaduan wisatawan mancanegara, wisatawan domestik dan masyarakat lokal menjadi pasar yang potensial bagi konsep restoran tersebut.
“Bali memiliki perpaduan unik antara wisatawan mancanegara dan warga lokal. Setelah sukses di Jakarta dan beberapa kawasan Asia, kami yakin konsep khas New York ini akan diterima dengan sangat baik di Bali,” kata Lydia D’Amato.
Steak Dipanggang hingga 800 Derajat Celsius
Karakter khas steak Wolfgang’s Steakhouse juga diperkuat melalui teknik pemanggangan menggunakan suhu ekstrem hingga sekitar 800 derajat Celsius.
Teknik tersebut digunakan untuk menghasilkan proses karamelisasi pada bagian luar daging sehingga membentuk lapisan crust yang khas. Pada saat bersamaan, kelembutan dan sari daging di bagian dalam tetap dipertahankan.
Selain membawa menu andalan, Wolfgang’s Steakhouse Bali juga melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan pasar Indonesia. Salah satunya dengan menyediakan beef bacon sebagai alternatif pengganti daging babi pada hidangan tertentu.
Penyesuaian tersebut dilakukan agar pilihan menu kuliner premium yang ditawarkan dapat dinikmati oleh segmen konsumen yang lebih luas di Indonesia.
Petitenget Jadi Pilihan Lokasi
Petitenget dipilih sebagai lokasi cabang terbaru karena kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas wisata dan gaya hidup di Bali.
Karakter kawasan dinilai sesuai dengan target pasar restoran, mulai dari wisatawan mancanegara, wisatawan domestik hingga masyarakat lokal yang menjadi konsumen kuliner premium.
Di sisi lain, bisnis kuliner premium di Bali menghadapi tantangan dalam mempertahankan konsistensi kualitas bahan baku, khususnya untuk produk impor.
Wolfgang’s Steakhouse mengantisipasi tantangan tersebut dengan mendatangkan daging USDA Prime segar melalui jalur udara. Setibanya di Bali, daging kemudian diproses langsung melalui fasilitas butcher dan ruang dry-aging yang tersedia di restoran.
Sistem pengolahan secara in-house tersebut memungkinkan restoran mengontrol tahapan pengolahan bahan baku sekaligus menjaga konsistensi kualitas sebelum steak disajikan kepada pelanggan.
Dengan dibukanya cabang ketiga di Bali, Wolfgang’s Steakhouse menargetkan perluasan pasar di Indonesia sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi kuliner steak premium bagi pecinta steak dan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata. (red)
