Close Menu
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    cakranews8.com
    • Beranda
    • Berita
    • Artikel
    • Politik
    • Ekonomi
    • Nasional
    • Pariwisata
    cakranews8.com
    Home»Berita»Warga Kusamba Merana, Rumah Luluh Lantak diTerjang Ombak, Upaya Pemerintah Tak Kunjung Datang
    Berita

    Warga Kusamba Merana, Rumah Luluh Lantak diTerjang Ombak, Upaya Pemerintah Tak Kunjung Datang

    By ebravenanda30 May 20253 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    KLUNGKUNG – Kamis, (29/05/2025),.Ombak ganas terus melahap garis pantai Mongalan di Desa Kusamba, Klungkung, Bali. Abrasi parah yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir bukan hanya melenyapkan puluhan rumah, tetapi juga merenggut penghidupan warga dan mengikis warisan budaya tradisi pembuatan garam tradisional yang telah berlangsung turun-temurun.

    “Kami sudah seperti anak tiri. Setiap kali ada abrasi, pemerintah hanya datang, mencatat, lalu pergi. Tidak ada solusi nyata,” kata Brewok (72) seorang petani garam paruh baya yang rumahnya kini tinggal puing.

    Dirinya saat ini terpaksa menumpang hidup di garasi tetangga. Pemerintah sempat menawarkan relokasi, tetapi lokasinya jauh dari pantai. “Saya petani garam. Kalau jauh dari laut, bagaimana bisa bekerja? Pemerintah seolah tidak paham kebutuhan kami,” katanya dengan nada getir.

    Sejak 2023, abrasi di Kusamba sudah menjadi perhatian media. Beberapa laporan, menyoroti lambannya penanganan pemerintah. Kala itu, Dinas PUPR Klungkung berjanji akan membangun pemecah ombak (breakwater) dan merehabilitasi pantai. Namun, hingga Mei 2025, yang terlihat hanya tumpukan geobag kantong pasir yang kini sudah hilang tergerus ombak.
    “Geobag itu hanya tempelan. Setelah dipasang, tidak ada evaluasi. Sekarang sudah jebol, dan abrasi makin parah,” keluhnya.

    Sementara itu, laju abrasi kian cepat, dalam setahun terakhir, garis pantai Mongalan telah mundur hingga 15 meter. Jika tidak segera ditangani, seluruh permukiman dan lahan garam bisa hilang dalam 5 tahun mendatang.

    Kusamba bukan sekadar desa nelayan. Ini adalah pusat budaya pembuatan garam tradisional Bali, warisan leluhur yang terkenal di manca negara, tapi kini terancam punah. “Jika abrasi terus dibiarkan, apa yang akan kami wariskan ke anak cucu? Pemerintah harus ingat, ini bukan hanya soal tanah, tapi juga sejarah,” tegas seorang sesepuh desa.

    Artikel lain  Penandatangan Kesepakatan Pengembangan Ekosistem Dirgantara di Prov. Bali oleh PT. Dirgantara Indonesia Pada Bali International Airshow 2024

    Warga meminta solusi permanen bukan sekadar bantuan sembako atau geobag yang bersifat sementara. Mereka mendesak pembangunan pemecah ombak, rehabilitasi mangrove, dan program perlindungan pantai yang berkelanjutan.

    “Kami seperti dilupakan. Padahal, setiap malam kami tidur dengan ketakutan, kapan ombak berikutnya datang,” ujar Ni Ketut Seringkik (62) sambil memandang laut yang semakin mendekat.

    Ini bukan sekadar bencana alam ini bukti kegagalan negara melindungi rakyatnya. Jika pemerintah terus abai, bukan hanya tanah yang hilang, tetapi juga kepercayaan warga pada pemimpin mereka.

    “Kami sudah berteriak, tapi apakah ada yang mendengar?” Jerit suara hati Ketut Seringkik yang semakin putus asa.
    “Kami sudah melapor berkali-kali, tapi jawabannya selalu: masih proses,” tambahnya.
    Pada 2024, dalam kampanye Pilkada, Bupati Klungkung sempat berjanji akan mengalokasikan dana darurat untuk penanganan abrasi. Namun, hingga kini, warga belum melihat realisasinya.

    Menindak lanjuti hal ini, Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, saat dikonfirmasi awak media, hanya menjawab singkat: matur suksma (terima kasih.red) melalui pesan WA.

    Semoga hal ini segera mendapat perhatian serius dan tindakan nyata dari pihak berwenang untuk mengatasi bencana alam di pantai Mongalan agar tidak bertambah parah. (Tim-08)

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    BNN dan AFP Perkuat Kerja Sama Hadapi Peredaran Narkotika Lintas Negara

    Jaksa Agung ST Burhanuddin dari Bali: Penegakan Hukum Harus Dimulai dari Pencegahan

    Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

    BNN Dorong Perpres Larangan Total Rokok Elektrik, Soroti Potensi Peredaran Zat Berbahaya

    Don't Miss
    Berita

    BNN dan AFP Perkuat Kerja Sama Hadapi Peredaran Narkotika Lintas Negara

    By cakranews822 September 2026

    BALI – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Australian Federal Police (AFP) kembali memperkuat kerja…

    Jaksa Agung ST Burhanuddin dari Bali: Penegakan Hukum Harus Dimulai dari Pencegahan

    19 September 2026

    Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Ungasan Disita Kortastipidkor, Dugaan Ruislag Didalami

    17 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • Artikel
    © 2026 Cakranews8. Powered by Iwana.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.