DENPASAR – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali resmi memiliki pimpinan baru bertepatan dengan Hari Raya Galungan, Rabu (17/6/2026). Jabatan Kepala BNN Provinsi Bali kini diemban oleh Brigadir Jenderal Polisi Dr. Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M.
Perwira tinggi Polri yang merupakan putra daerah asal Mengwi, Kabupaten Badung, itu dilantik langsung oleh Kepala BNN RI. Ia menggantikan Brigjen Pol Drs. Budi Sajidin, M.Si yang mendapat penugasan baru sebagai Kepala BNN Provinsi Banten.
Kembalinya Putu Putera Sadana ke Bali menjadi bagian dari perjalanan panjang kariernya di institusi kepolisian. Sosok yang dikenal memiliki pendekatan humanis tersebut selama ini aktif berinteraksi dengan masyarakat dan menjalin kedekatan dengan kalangan generasi muda.
Pergantian kepemimpinan di tubuh BNN Provinsi Bali berlangsung bertepatan dengan Hari Raya Galungan. Penunjukan Brigjen Putu Putera Sadana sebagai Kepala BNN Provinsi Bali menjadi amanah baru setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI.
Brigjen Putu Putera Sadana lahir di Jakarta dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1995. Sebagian besar perjalanan karier awalnya dihabiskan di Bali dengan menempati sejumlah posisi strategis.
Ia pernah bertugas di Satuan Samapta Polres Buleleng sebelum melanjutkan pengabdian di Polsek Ubud. Selanjutnya, ia dipercaya menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Bangli dan kemudian menjadi Kapolsek Kuta di wilayah Polrestabes Denpasar.
Pengalaman panjang di Pulau Dewata menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya. Setelah itu, Putu Putera Sadana mendapat kepercayaan menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Pada tahun 2015, ia kembali ke Bali dan dipercaya memimpin Polres Tabanan sebagai Kapolres. Setelah menuntaskan masa tugasnya di Tabanan, ia kembali bertugas di lingkungan Polda Metro Jaya dengan menjabat sebagai Wakapolres Metro Bekasi.
Selain memiliki pengalaman penugasan di dalam negeri, Putu Putera Sadana juga tercatat mengikuti berbagai misi dan pendidikan internasional. Ia pernah bergabung dalam Kontingen Garuda XXIV serta mengikuti pelatihan Hostage Negotiation di New Mexico, Amerika Serikat.
Tak hanya itu, ia juga mengikuti program Counter Child Sex Abused di Tokyo, Jepang. Dalam bidang pendidikan, ia menyelesaikan program FBINA Session 233 di Quantico, Amerika Serikat pada tahun 2008 serta pendidikan di Vicenza, Italia pada tahun 2007.
Kariernya terus berkembang dengan menduduki sejumlah jabatan penting. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua, kemudian dipercaya menjadi Kepala Bidang Hukum (Kabidkum) Polda Metro Jaya.
Selanjutnya, ia mendapat penugasan sebagai Perwira Tinggi Baharkam Polri yang diperbantukan di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Memasuki tahun 2025, Putu Putera Sadana dipercaya menjabat sebagai Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI, yang menjadi salah satu tahapan penting sebelum akhirnya memimpin BNN Provinsi Bali.
Dalam pernyataannya, Brigjen Putu Putera Sadana menyebut Bali sebagai destinasi pariwisata yang menjadi perhatian masyarakat nasional maupun internasional. Menurutnya, kondisi tersebut sekaligus menghadirkan tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika.
“Suatu kebanggaan bagi saya untuk kembali ke Pulau Dewata dan menjadi bagian dalam melindungi serta melayani masyarakat Bali dari ancaman bahaya narkotika. Mohon dukungannya. Semoga ke depan dengan semangat war on drugs for humanity, kita bersama dapat mewujudkan Bali yang aman, maju, dan bersinar atau bersih dari narkoba,” ujar Putu Putera Sadana.
Dengan jabatan barunya sebagai Kepala BNN Provinsi Bali, Putu Putera Sadana kembali mengemban tugas di daerah yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya sejak awal menjadi anggota Polri. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan semakin memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di Pulau Dewata. (Tim13)
