JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi meluncurkan Ocean Institute of Indonesia (OII) sebagai institusi pendidikan tinggi baru hasil penggabungan 11 perguruan tinggi dan politeknik di bawah naungan KKP. Peresmian berlangsung di Jakarta, Selasa (21/7/2026), dan dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan bahwa gagasan penyatuan pendidikan vokasi di lingkungan KKP telah dipersiapkan sejak lama. Upaya tersebut diwujudkan melalui terbitnya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 50 Tahun 2026 dan Nomor 51 Tahun 2026 yang menetapkan peleburan 11 politeknik menjadi satu institusi bernama Institut Kelautan Indonesia (Ocean Institute of Indonesia).

Menurut Trenggono, penyatuan lembaga pendidikan ini diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan, sekaligus meningkatkan daya saing pendidikan vokasi yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Dalam rangkaian acara tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ocean Institute of Indonesia dengan sejumlah perguruan tinggi negeri terkemuka dan lembaga riset nasional. Kerja sama itu melibatkan Universitas Brawijaya, Universitas Andalas, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Peresmian Ocean Institute of Indonesia turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin Rajo Mangkuto, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana TNI (Purn.) Didit Herdiawan Ashaf, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Ketua BRIN Arif Satria, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (Tim13)
