Close Menu
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    cakranews8.com
    • Beranda
    • Berita
    • Artikel
    • Politik
    • Ekonomi
    • Nasional
    • Pariwisata
    cakranews8.com
    Home»Budaya»Bukan Sekadar Makan Enak, Food Festival Ini Suarakan Kritik Pedas soal Lahan Petani yang Kian Tergerus.
    Budaya

    Bukan Sekadar Makan Enak, Food Festival Ini Suarakan Kritik Pedas soal Lahan Petani yang Kian Tergerus.

    Food Festival Bali 2026 tawarkan workshop bartender & kuliner artistik. Namun, Ketut Suardana ingatkan krisis lahan petani & pencemaran air yang mengancam.
    By ebravenanda14 May 2026Updated:14 May 20262 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Sanur | cakranews8 – Ubud Food Festival tahun ini menghadirkan kolaborasi unik antara edukasi minuman bersama bartender ternama dan modernisasi kuliner tradisional. Namun, di balik kemeriahan presentasi artistik, tokoh masyarakat, Ketut Suardana mengingatkan ancaman serius terhadap ekosistem pertanian dan krisis lahan petani.

    Menggabungkan Edukasi Bartender dan Seni Penyajian Makanan

    ​Festival tahun ini tidak hanya soal mencicipi hidangan, tetapi juga memperdalam keahlian bagi generasi muda. Program unggulan mencakup workshop intensif yang dipandu oleh para profesional di bidangnya.

    ​Beberapa agenda menarik dalam festival ini meliputi:

    ​Workshop Mixology:
    Anak muda diajak mengeksplorasi teknik meracik minuman bersama bartender ternama.

    ​Seni Presentasi: Pelatihan cara menyajikan makanan secara artistik untuk meningkatkan nilai jual di hadapan tamu.

    ​Aktivitas Sehat: Sesi olahraga maraton pasca-makan untuk menyeimbangkan gaya hidup sehat.

    ​Tantangan Modernisasi: Dari Tradisional ke Artistik

    ​Fokus utama festival adalah menjembatani transisi kuliner dari bentuk tradisional menuju gaya modern tanpa kehilangan jati diri. Penekanan pada aspek visual menjadi krusial dalam tren industri makanan saat ini.
    ​
    Kritik Pedas Ketut Suardana: Pertanian Bali Sedang Tidak Baik-Baik Saja

    ​Di balik gemerlap acara, Ketut Suardana menyoroti masalah fundamental yang sering terlupakan oleh pemerintah.

    Menurutnya, festival makanan harus sejalan dengan perbaikan hulu, yakni kualitas hidup petani dan kelestarian alam.

    ​”Pertanian kita miskin, dan hari-hari tanahnya itu dijual. Mereka (petani) tidak ada pilihan karena hasilnya tidak sesuai harapan, akhirnya mereka menjual ‘ibu’ mereka sendiri, yaitu bumi ini ” ujar Ketut.

    ​Beberapa poin kritis yang disampaikan terkait kondisi lingkungan meliputi:

    ​Penyusutan Hutan: Luas hutan rasional yang seharusnya 30%, kini hanya tersisa sekitar 16%.

    ​Pencemaran Air: Penggunaan bahan kimia berlebih telah mencemari danau, sungai, hingga sawah.

    Artikel lain  Masyarakat Kecil Denpasar Menanti Kehadiran Kembali Trans Metro Dewata: Harapan akan Transportasi Murah dan Mudah

    ​Krisis Iklim: Kurangnya antisipasi pemerintah terhadap perubahan musim yang memukul produktivitas petani.

    ​Menjaga Konsep Tri Hita Karana dalam Industri Pangan
    ​
    Ketut Suardana menegaskan bahwa kondisi saat ini sudah tidak sesuai dengan konsep harmoni Tri Hita Karana. Perlu adanya dukungan nyata bagi inovasi pertanian seperti yang digagas para ahli (misalnya Prof. Ringsing) agar pertanian Bali kembali berkelanjutan.

    ​Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan bertindak serius dalam menjaga ekosistem alam. Tanpa regulasi yang ketat, identitas kuliner Bali yang bersumber dari hasil bumi lokal terancam hilang seiring hilangnya lahan pertanian. (Tim-08)

    #FoodFestivalBali #PertanianBali #KulinerTradisional
    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Kintamani di Ambang Krisis Pariwisata, Lalat hingga Retribusi Dikeluhkan Wisatawan

    Penglipuran Mantapkan Langkah Menuju Pariwisata Regeneratif di Bali

    International Tourism Leaders Summit 2025 Hadir di Bali, Dorong Pariwisata Berkelanjutan

    Wonderful Night di Moonstone: Kombinasi Budaya dan Modern yang Spektakuler

    Don't Miss
    Budaya

    Bukan Sekadar Makan Enak, Food Festival Ini Suarakan Kritik Pedas soal Lahan Petani yang Kian Tergerus.

    By ebravenanda14 May 2026

    Sanur | cakranews8 – Ubud Food Festival tahun ini menghadirkan kolaborasi unik antara edukasi minuman…

    Rotasi Polri: Putra Buleleng Kombes Pol Dr. I Made Agus Prasatya, S.I.K., M.Hum. Jabat Dirgakkum Korlantas Polri

    9 May 2026

    Mutasi Polri: Kombes Pol Dr. I Gede Adhi Mulyawarman Resmi Jabat Dirreskrimum Polda Jabar

    9 May 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • Artikel
    © 2026 Cakranews8. Powered by Iwana.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.