JAKARTA – Brigjen Pol Rachmad Iswan Nusi memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya di Korps Bhayangkara. Perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 tersebut dipercaya menduduki jabatan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jawa Barat.
Penunjukan Rachmad Iswan Nusi menjadi bagian dari rotasi dan mutasi sejumlah perwira di lingkungan Polri. Ia dipercaya menggantikan Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar yang mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri setelah memperoleh kenaikan pangkat menjadi inspektur jenderal.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Dalam daftar mutasi itu, Rachmad Iswan Nusi yang sebelumnya berstatus Pamen Bareskrim Polri dengan penugasan di Badan Narkotika Nasional (BNN), mendapat amanah baru di jajaran Polda Jawa Barat.
Mengawali Karier dari Wilayah
Perjalanan karier Rachmad Iswan Nusi di kepolisian tidak dibangun secara singkat. Setelah menyelesaikan pendidikan Akpol pada 1998 dari Batalyon Parama Satwika, ia menjalani berbagai penugasan, termasuk di tingkat kewilayahan.
Salah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah Kapolres Lumajang, Polda Jawa Timur, pada 2017–2018. Pengalaman sebagai pimpinan kepolisian di daerah menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan manajerial dan pemahaman terhadap dinamika keamanan serta pelayanan masyarakat.
Dalam menjalankan tugas kewilayahan, Rachmad dikenal mengedepankan langkah preventif dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal dalam menjalankan tugas-tugas berikutnya.
Setelah menjadi Kapolres Lumajang, ia dipercaya mengemban jabatan Wakil Kepala Sekolah Polisi Negara (Waka SPN) Polda Jawa Timur pada periode 2019–2021.
Penugasan tersebut memperluas pengalamannya, khususnya dalam bidang pendidikan, pembinaan serta pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Berkiprah di Bidang Lalu Lintas
Karier Rachmad kemudian berkembang ke bidang lalu lintas. Pada 2021–2023, ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Utara.
Tugas tersebut dijalankan di wilayah yang memiliki karakteristik geografis dan tantangan tersendiri karena berada di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Dalam posisi tersebut, penataan sistem pengawasan lalu lintas, pengembangan infrastruktur kepolisian lalu lintas serta edukasi kepada masyarakat menjadi bagian dari pekerjaan yang diembannya.
Selanjutnya, pada 2023–2024, Rachmad dipercaya memimpin Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Utara.
Di wilayah ini, ia turut mendorong penerapan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Digitalisasi pelayanan Samsat juga menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menekan potensi terjadinya pungutan liar.
Pengalaman di bidang lalu lintas tersebut menjadi salah satu bagian penting dari rekam jejak Rachmad sebelum kemudian mendapat penugasan di luar struktur kewilayahan Polri.
Penugasan Strategis di BNN
Pada 2024, Rachmad Iswan Nusi mendapat penugasan sebagai Pamen Bareskrim Polri yang diperbantukan pada Badan Narkotika Nasional.
Di BNN, ia dipercaya menduduki posisi Direktur Pengawasan Tahanan dan Barang Bukti (Dir Wastahti). Jabatan tersebut berkaitan dengan pengawasan terhadap tahanan serta pengelolaan barang bukti, termasuk barang bukti perkara narkotika dalam skala nasional.
Pengalaman tersebut menambah spektrum tugas Rachmad, dari sebelumnya banyak berkutat pada penugasan kewilayahan dan lalu lintas, kemudian menangani aspek pengawasan serta akuntabilitas barang bukti dalam institusi pemberantasan narkotika.
Kini Dipercaya Menjadi Wakapolda Jawa Barat
Setelah sekitar dua tahun menjalankan penugasan di BNN, Rachmad Iswan Nusi kembali mendapatkan kepercayaan untuk menduduki jabatan struktural di lingkungan Polda.
Mulai Oktober 2026, ia resmi mengemban amanah sebagai Wakapolda Jawa Barat. Penugasan tersebut sekaligus menempatkannya sebagai salah satu pejabat utama yang membantu Kapolda Jawa Barat dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Jawa Barat.
Pengalaman panjangnya di sejumlah bidang menjadi bekal dalam menjalankan jabatan tersebut. Mulai dari pengalaman memimpin satuan kewilayahan sebagai Kapolres, bidang pendidikan kepolisian, lalu lintas di dua wilayah berbeda, hingga penugasan strategis di BNN.
Dari sisi pendidikan, Rachmad merupakan lulusan Akpol 1998. Ia juga mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri serta menyelesaikan pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri melalui Dikreg ke-34 tahun 2025.
Rachmad menyandang gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.) dan Magister Hukum (M.H.).
Dengan rekam jejak tersebut, jabatan Wakapolda Jawa Barat menjadi kelanjutan dari perjalanan panjang Rachmad Iswan Nusi dalam berbagai lini tugas kepolisian. Pengalaman kewilayahan, pendidikan personel, lalu lintas hingga penugasan di bidang pemberantasan narkotika menjadi bagian dari perjalanan yang mengantarkannya ke posisi strategis tersebut. (tim13)
