Close Menu
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    cakranews8.com
    • Beranda
    • Berita
    • Artikel
    • Politik
    • Ekonomi
    • Nasional
    • Pariwisata
    cakranews8.com
    Home»Nasional»Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 Libatkan 2.678 Personel, Polda NTB Andalkan Teknologi dan Partisipasi Masyarakat
    Nasional

    Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 Libatkan 2.678 Personel, Polda NTB Andalkan Teknologi dan Partisipasi Masyarakat

    By cakranews813 October 202611 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    MATARAM – Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya mengandalkan pengerahan ribuan personel kepolisian. Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) juga menerapkan strategi pengamanan terpadu berbasis pemetaan risiko, pemanfaatan teknologi, manajemen keselamatan, serta keterlibatan aktif masyarakat untuk memastikan perhelatan balap motor internasional tersebut berlangsung aman dan tertib.

    Melalui Operasi Mandalika Rinjani 2026, pengamanan dirancang mencakup seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari kedatangan pembalap dan wisatawan, pergerakan logistik, pengaturan lalu lintas, aktivitas di kawasan sirkuit, hingga kepulangan pengunjung.

    Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat yang digaungkan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Dalam konsep ini, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai pihak yang menerima perlindungan, tetapi juga menjadi mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

    Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid mengatakan, keberhasilan pengamanan kegiatan berskala internasional tidak cukup diukur dari jumlah personel yang dikerahkan ataupun minimnya gangguan. Faktor penting lainnya adalah kemampuan membangun sistem yang terintegrasi, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta merespons setiap potensi kerawanan secara tepat.

    “Semangat Polisi Bersama Masyarakat yang digaungkan Bapak Kapolri menemukan wujud nyatanya dalam pengamanan MotoGP Mandalika 2026. Sebanyak apa pun personel yang kami kerahkan, secanggih apa pun teknologi yang digunakan, keamanan tidak mungkin terwujud tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, masyarakat bukan sekadar objek yang kami amankan, tetapi mitra utama dalam menciptakan keamanan itu sendiri,” ujar Kholid.

    Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 diawali dengan rangkaian persiapan yang melibatkan Polda NTB, TNI, pemerintah daerah, penyelenggara, dan berbagai instansi terkait.

    Tahapan tersebut meliputi survei lapangan, rapat koordinasi, pemetaan potensi kerawanan, Latihan Pra Operasi (Latpraops), Tactical Floor Game (TFG), hingga simulasi untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat.

    Sejumlah potensi gangguan menjadi perhatian dalam perencanaan operasi, antara lain persoalan lahan, transportasi, pengelolaan parkir, tiket palsu, kepadatan pengunjung, kebakaran, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Berdasarkan pemetaan tersebut, langkah pengamanan disusun melalui kegiatan preemtif, preventif, penegakan hukum, dan dukungan operasional yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan Mandalika.

    Dalam pelaksanaannya, pengerahan personel dibagi menjadi tiga tahapan. Pada 5–7 Oktober 2026, sebanyak 1.350 personel disiapkan untuk mendukung pengamanan awal.

    Memasuki tahap utama pada 8–12 Oktober 2026, kekuatan pengamanan ditingkatkan menjadi 2.678 personel gabungan yang terdiri atas personel Polda NTB, Polres jajaran, unsur Mabes Polri, serta dukungan TNI.

    Selanjutnya, sebanyak 839 personel direncanakan tetap melaksanakan pengamanan pada 13–16 Oktober 2026, terutama untuk mendukung kegiatan pascabalapan, termasuk mobilitas kepulangan pengunjung dan pergerakan logistik.

    “Keamanan tidak dibangun ketika balapan dimulai. Ia dibangun jauh sebelumnya melalui identifikasi risiko, koordinasi, latihan, dan kesiapan setiap unsur. Prinsip kami, setiap potensi gangguan harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat,” jelas Kholid.

    Untuk memastikan pengamanan berjalan menyeluruh, Polda NTB bersama unsur terkait menerapkan sistem empat ring yang disesuaikan dengan fungsi dan karakteristik setiap kawasan.

    Ring 1 meliputi paddock dan race control, sedangkan Ring 2 mencakup area teknis perlombaan serta bagian dalam sirkuit. Ring 3 meliputi kawasan penonton, grandstand, dan fasilitas pendukung. Adapun Ring 4 mencakup area luar sirkuit, kantong parkir, serta jalur akses menuju Mandalika.

    Polri memfokuskan pengamanan pada Ring 3 dan Ring 4 dengan tetap berkoordinasi bersama unsur pengamanan yang bertugas di zona lainnya.

    Secara keseluruhan, operasi ini mencakup 205 titik pengamanan, termasuk 42 pos pengamanan. Khusus di kawasan Mandalika, terdapat tambahan 38 titik pengamanan di luar pos utama.

    Artikel lain  Dewan Pers Luncurkan Pedoman Penggunaan AI dalam Jurnalistik

    Lokasi yang menjadi perhatian meliputi terminal shuttle bus, kawasan bukit, camping ground, hotel, grandstand, titik kesiapsiagaan pasukan, hingga lokasi penguraian kemacetan.

    Pengamanan juga diperluas ke pintu-pintu masuk Pulau Lombok. Sebanyak 206 personel dialokasikan untuk mengamankan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid serta Pelabuhan Lembar, Gili Mas, Kayangan, dan Bangsal.

    Selain itu, 223 personel disiapkan untuk mengamankan jalur pergerakan dari pintu kedatangan menuju kawasan Mandalika.

    Pengawalan logistik turut menjadi bagian dari operasi, termasuk pergerakan kontainer dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid menuju sirkuit dengan melibatkan personel lalu lintas dan unsur pengamanan lainnya.

    “Yang kami amankan bukan hanya arena perlombaan. Ada pembalap, kru, wisatawan, masyarakat, jalur transportasi, hotel, kawasan wisata, hingga aktivitas ekonomi di sekitar Mandalika. Seluruhnya merupakan satu ekosistem kegiatan yang harus dijaga bersama agar dapat berjalan aman dan tertib,” ungkap Kholid.

    Besarnya jumlah penonton menjadi salah satu tantangan utama dalam pengamanan MotoGP Mandalika 2026. Polda NTB mencatat jumlah pengunjung mencapai 157.875 orang, meningkat sekitar 12,57 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun 2025 yang dihadiri 140.235 penonton.

    Untuk mengantisipasi kepadatan, Polda NTB bersama penyelenggara menyiapkan pengaturan arus kedatangan dan kepulangan dengan memisahkan jalur kendaraan pribadi, sepeda motor, shuttle bus, kendaraan operasional, dan kendaraan VVIP.

    Perencanaan transportasi melibatkan 118 kendaraan shuttle, dengan rincian 60 bus di Gate 1, 22 bus di Gate 2, 32 bus di Gate 3, serta empat kendaraan Hiace untuk melayani kawasan Bukit 360.

    Sistem transportasi tersebut diintegrasikan dengan pengelolaan kantong parkir, terminal shuttle, pemeriksaan awal penonton, serta akses menuju grandstand berdasarkan kategori tiket.

    Salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus adalah Bundaran Sunggung. Titik ini menjadi simpul pertemuan arus kendaraan dari kawasan sirkuit, parkir timur, dan jalur Bypass BIL–Mandalika.

    Pada 8 Oktober 2026, Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja turun langsung untuk melaksanakan simulasi pergerakan penonton dari Bundaran Sunggung menuju kawasan sirkuit.

    Simulasi tersebut digunakan untuk menguji sistem shuttle, pemisahan arus kendaraan, pengaturan akses, serta langkah penguraian kepadatan apabila terjadi lonjakan volume lalu lintas.

    Dalam pelaksanaan operasi, rekayasa lalu lintas juga diterapkan sesuai perkembangan situasi di lapangan.

    “Jumlah penonton yang besar bukan sekadar persoalan lalu lintas, tetapi menyangkut keselamatan manusia. Kami menyiapkan sistemnya, penyelenggara mendukung fasilitasnya, dan masyarakat berperan melalui kepatuhan terhadap pengaturan yang diterapkan. Di sinilah semangat Polisi Bersama Masyarakat bekerja secara nyata,” jelas Kholid.

    Ia menambahkan, kepatuhan penonton terhadap arahan petugas, ketertiban dalam menggunakan shuttle bus, serta kesadaran menjaga fasilitas umum berperan penting dalam mengurangi potensi gangguan dan memperlancar mobilitas pengunjung.

    Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu penopang pengendalian operasi pengamanan MotoGP Mandalika 2026. Polda NTB mengoptimalkan 347 kamera CCTV untuk memantau kawasan sirkuit dan sekitarnya.

    Pemantauan tersebut didukung perangkat bodycam, teknologi pengenalan wajah atau face recognition, serta sarana komunikasi bagi petugas di lapangan.

    Informasi dari berbagai sektor pengamanan dihimpun melalui Posko Command Center Mandalika yang berfungsi sebagai pusat informasi, komunikasi, koordinasi, dan pengendalian operasi.

    Sistem komunikasi SOT Presisi juga menjadi bagian dari rancangan pengendalian, sehingga pertukaran informasi antara personel lapangan dan pusat kendali dapat dilakukan secara langsung.

    Dengan sistem tersebut, perkembangan situasi di berbagai titik dapat dipantau dan ditindaklanjuti berdasarkan informasi yang diterima dari petugas di lapangan.

    Artikel lain  Nama 10 Capim Dewas KPK yang Lolos Seleksi, Diserahkan ke Jokowi

    “Teknologi membantu kami mempercepat respons dan membuat pengamanan lebih terukur. Tetapi teknologi tidak dapat menggantikan peran manusia. Petugas tetap harus hadir, mendengar, membantu, dan memberikan pelayanan. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan teknologi pengamanan adalah manfaat yang dirasakan masyarakat,” kata Kholid.

    Selain pengaturan personel dan pemantauan teknologi, langkah pencegahan dilakukan melalui sterilisasi serta pemeriksaan berlapis di sejumlah lokasi strategis.

    Tim Gegana dan unit K-9 melaksanakan sterilisasi untuk mendeteksi potensi ancaman, termasuk bahan berbahaya dan bahan peledak.

    Dalam perencanaan operasi, pengamanan juga didukung tiga unit X-Ray dan 30 metal detector. Pada akses masuk kawasan kegiatan, pemeriksaan dilakukan melalui validasi tiket, pemeriksaan barang bawaan, serta pemeriksaan badan untuk mencegah masuknya benda yang berpotensi membahayakan keselamatan.

    Di ruang udara, tim antidrone disiapkan untuk mengantisipasi penggunaan pesawat tanpa awak atau drone tanpa izin yang dapat mengganggu jalannya perlombaan.

    Sementara itu, unsur reserse kriminal, siber, dan identifikasi turut disiagakan untuk mendukung penegakan hukum apabila terjadi tindak pidana.

    Polda NTB juga menyusun rencana kontingensi untuk menghadapi berbagai keadaan darurat, mulai dari bencana alam, gangguan massa, ancaman teror, hingga situasi yang membutuhkan evakuasi penonton maupun VVIP.

    Kesiapan tersebut didukung skema penyelamatan, layanan kesehatan, serta koordinasi lintas instansi.

    “Pengamanan yang baik bukan berarti kita menganggap tidak akan terjadi gangguan. Justru seluruh kemungkinan harus diperhitungkan. Kami menyiapkan langkah pencegahan, tetapi juga memastikan kemampuan merespons apabila situasi darurat benar-benar terjadi. Keselamatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas,” terang Kholid.

    Polda NTB mencatat 13 insiden menonjol yang membutuhkan penanganan petugas selama periode pengamanan 8–11 Oktober 2026.

    Sejumlah kejadian tersebut di antaranya laporan pencurian telepon seluler, kebakaran kendaraan di kawasan Gate 1, kebakaran lahan di jalur Bypass BIL–Mandalika, serta pelanggaran ketertiban yang dilakukan sejumlah penonton.

    Petugas juga memberikan bantuan penanganan terhadap gangguan kesehatan yang dialami kru MotoGP.

    Meski sejumlah insiden terjadi, situasi keamanan secara umum dapat dikendalikan sehingga agenda utama perlombaan tetap berlangsung.

    Kholid menegaskan, efektivitas pengamanan tidak semata-mata ditentukan oleh ada atau tidaknya kejadian, tetapi juga oleh kesiapan petugas dalam mendeteksi potensi gangguan, memberikan respons, dan mengendalikan situasi.

    “Kami tidak mengukur keberhasilan semata-mata dengan mengatakan tidak ada kejadian. Dalam kegiatan yang melibatkan begitu banyak orang, risiko tetap mungkin muncul. Yang menjadi ukuran adalah kesiapan kita, kecepatan merespons, serta kemampuan mengendalikan situasi agar keselamatan masyarakat tetap terjaga dan kegiatan tidak terganggu,” jelasnya.

    Menurut Kholid, setiap kejadian yang ditangani menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengamanan dalam penyelenggaraan kegiatan internasional berikutnya.

    Keberhasilan penyelenggaraan pengamanan MotoGP Mandalika 2026 juga mendapat apresiasi dari pihak penyelenggara, termasuk Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

    Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC Ahmad Pajar menyampaikan penghargaan atas pelaksanaan pengamanan yang dilakukan Kapolda NTB beserta jajarannya.

    “Yang pertama, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan pengamanan yang luar biasa dari Pak Kapolda dan jajarannya,” ujar Ahmad Pajar.

    Apresiasi tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan atas kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ajang balap internasional tersebut.

    Kholid menegaskan, pengamanan MotoGP tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Dukungan TNI, pemerintah daerah, penyelenggara, petugas transportasi, tenaga kesehatan, relawan, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dari keberhasilan operasi.

    Artikel lain  JMSI Soroti Ancaman Kebebasan Pers, Tegaskan Peran Media Berbasis HAM

    “Polri menyiapkan sistem, personel, teknologi, dan langkah antisipasi. Penyelenggara mengelola kegiatan dan fasilitas. Pemerintah daerah mendukung pelayanan publik. Sementara masyarakat menjaga ketertiban, mematuhi pengaturan, dan saling membantu. Ketika seluruh unsur ini bergerak bersama, pengamanan yang kompleks dapat terlaksana dengan lebih efektif,” ungkapnya.

    Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang bertugas sejak tahap persiapan hingga pengamanan pascakegiatan.

    Menurutnya, kelancaran MotoGP didukung kerja petugas yang berlangsung sejak dini hari, mulai dari pengawalan logistik, pengaturan kendaraan, penjagaan akses masuk, sterilisasi, patroli, hingga pemberian bantuan kepada masyarakat.

    “Di balik kelancaran MotoGP ada personel yang bekerja sejak dini hari, mengawal logistik, mengatur kendaraan, menjaga akses masuk, melakukan sterilisasi, patroli, dan membantu masyarakat. Namun, keberhasilan ini bukan milik satu satuan atau satu institusi. Ini keberhasilan kita bersama,” katanya.

    Secara khusus, Kholid menyampaikan terima kasih kepada masyarakat NTB, terutama warga Lombok Tengah dan kawasan Mandalika, atas dukungan mereka terhadap kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

    Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 dinilai memiliki arti lebih luas daripada menjaga kelancaran perlombaan. Keamanan juga menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan internasional, mendukung keberlanjutan pariwisata, dan menjaga aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

    Keberadaan sirkuit bertaraf dunia, keindahan alam Lombok, serta tingginya antusiasme wisatawan perlu diimbangi situasi yang aman, tertib, dan nyaman.

    Pengalaman pembalap, kru, wisatawan, dan penonton selama berada di Mandalika turut membentuk persepsi mengenai kesiapan kawasan tersebut menjadi tuan rumah kegiatan internasional.

    Karena itu, keberhasilan pengamanan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mencegah gangguan besar, tetapi juga menyangkut kenyamanan pengunjung, kualitas pelayanan, dan kepercayaan terhadap penyelenggaraan kegiatan berikutnya.

    Kholid mengatakan, perspektif tersebut sejalan dengan transformasi Polri yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

    “Transformasi pengamanan bukan hanya tentang penggunaan teknologi atau penambahan kekuatan personel. Yang kami bangun adalah perubahan cara pandang, dari sekadar menjaga lokasi menjadi mengelola keselamatan, dari mengendalikan kerumunan menjadi melayani masyarakat, dan dari bekerja sendiri menjadi membangun keamanan bersama seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

    Ia menambahkan, kepercayaan internasional terhadap Mandalika tidak hanya dibentuk oleh kesiapan infrastruktur, tetapi juga oleh pengalaman nyata para pengunjung selama berada di Lombok.

    “Polisi bukan hanya menjaga agar balapan berlangsung aman. Bersama masyarakat, kami juga ikut menjaga agar setiap orang yang datang ke Lombok membawa pulang pengalaman yang baik. Sebab reputasi destinasi tidak hanya dibangun oleh keindahan alam atau kemegahan sirkuit, tetapi juga oleh rasa aman, keramahan, dan ketertiban yang mereka rasakan,” katanya.

    Bagi Polda NTB, pengalaman pengamanan MotoGP Mandalika 2026 menjadi modal untuk terus meningkatkan standar pengamanan kegiatan internasional melalui pendekatan profesional, humanis, berbasis risiko, dan berorientasi pada keselamatan publik.

    Kholid menegaskan, semangat Polisi Bersama Masyarakat tidak hanya relevan selama penyelenggaraan MotoGP, tetapi juga harus menjadi bagian dari budaya pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari.

    “MotoGP Mandalika bukan hanya milik penyelenggara atau kepolisian. Ini kebanggaan masyarakat NTB dan Indonesia. Karena itu, menjaga keamanan Mandalika berarti menjaga nama baik kita bersama. Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar slogan, tetapi semangat untuk memastikan setiap pengunjung pulang dengan rasa aman, membawa pengalaman baik, dan memiliki keinginan untuk kembali ke Lombok,” pungkas Kholid. (*)

    ITDC Kapolda NTB Keamanan Publik MGPA Mohammad Kholid MotoGP Mandalika 2026 Operasi Mandalika Rinjani 2026 Pariwisata Lombok Pengamanan MotoGP Polda NTB Polisi Bersama Masyarakat Sirkuit Mandalika
    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Koster Terima Penghargaan KPK, Bali Dinilai Aktif Dukung SPI Pendidikan

    Brigjen Pol Rachmad Iswan Nusi Dipercaya Jadi Wakapolda Jabar, Ini Rekam Jejaknya

    Kapolri Suyudi Gerakkan Gerbong Mutasi, Sejumlah Pejabat Strategis Bergeser

    Profil Budi Gunawan, dari Ajudan Presiden hingga Anggota Wantimpres

    Don't Miss
    Nasional

    Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 Libatkan 2.678 Personel, Polda NTB Andalkan Teknologi dan Partisipasi Masyarakat

    By cakranews813 October 2026

    MATARAM – Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya mengandalkan pengerahan ribuan personel kepolisian. Polda Nusa…

    Kombes I Wayan Winaya Dipercaya Pimpin Polresta Denpasar, Leonardo Simatupang Bergeser ke Divpropam

    11 October 2026

    Putra Buleleng Brigjen I Made Agus Prasatya, Alumni Akpol 1998 yang Kini Jabat Dirregident Korlantas Polri

    11 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • Artikel
    © 2026 Cakranews8. Powered by Iwana.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.