JAKARTA – Budi Gunawan kembali menempati posisi strategis dalam pemerintahan setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia.
Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. Penunjukan ini sekaligus menambah panjang perjalanan Budi Gunawan di sejumlah institusi penting negara, mulai dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Intelijen Negara (BIN), hingga pemerintahan.
Budi Gunawan lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 11 Desember 1959. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1983 dan tercatat sebagai penerima penghargaan Adhi Makayasa.
Perjalanan kariernya di kepolisian dimulai dan berkembang melalui berbagai jabatan strategis. Salah satu posisi penting yang pernah diembannya adalah sebagai ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri pada periode 2001–2004.
Setelah menyelesaikan tugas sebagai ajudan presiden, Budi Gunawan kemudian menduduki sejumlah jabatan di lingkungan Polri. Ia antara lain dipercaya sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Mabes Polri pada 2004–2006 serta Kepala Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) Polri pada 2006–2008.
Kariernya terus meningkat ketika ia dipercaya menjadi Kapolda Jambi pada 2008–2009. Setelah itu, Budi Gunawan menempati posisi Kepala Divisi Pembinaan Hukum Polri pada 2009–2010.
Pada periode berikutnya, ia dipercaya memimpin Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri pada 2010–2012. Tahun 2012, Budi Gunawan kemudian mendapat amanah sebagai Kapolda Bali sebelum melanjutkan tugas sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Polri.
Pernah Menduduki Jabatan Wakapolri
Nama Budi Gunawan semakin dikenal secara nasional ketika pada 2015 ia dipercaya menjadi Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).
Saat itu, Budi Gunawan mendampingi Jenderal Badrodin Haiti yang menjabat sebagai Kapolri. Ketika Jenderal Tito Karnavian kemudian memimpin Polri pada 2016, Budi Gunawan masih dipercaya mempertahankan posisi sebagai Wakapolri.
Sebelumnya, Budi Gunawan juga sempat diajukan sebagai calon Kapolri pada 2015. Namun, proses tersebut berlangsung di tengah polemik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi.
Presiden Joko Widodo kemudian tidak meneruskan pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri. Dalam perkembangan selanjutnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan Budi Gunawan dan menyatakan penetapan tersangka terhadap dirinya tidak sah.
Beralih ke Dunia Intelijen
Perjalanan karier Budi Gunawan kemudian berlanjut ke bidang intelijen. Pada September 2016, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
Budi Gunawan memimpin BIN selama periode 2016 hingga 2024. Selama berada di lembaga tersebut, ia menjadi salah satu pejabat yang menjalankan fungsi strategis di bidang intelijen negara.
Setelah Prabowo Subianto terpilih sebagai Presiden, Budi Gunawan kembali mendapat kepercayaan untuk masuk ke pemerintahan.
Pada Oktober 2024, ia dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) dalam Kabinet Merah Putih.
Namun, jabatan tersebut tidak berlangsung hingga akhir periode pemerintahan. Pada September 2025, Presiden Prabowo melakukan perombakan kabinet dan Budi Gunawan tidak lagi menjabat sebagai Menko Polkam. Posisi tersebut kemudian dipercayakan kepada Djamari Chaniago.
Kini Menjadi Anggota Wantimpres
Setelah sebelumnya berada di luar kabinet, Budi Gunawan kembali mendapat kepercayaan dari Presiden Prabowo.
Pada Jumat, 2 Oktober 2026, ia dilantik sebagai anggota Wantimpres bersama sejumlah tokoh nasional lainnya. Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.
Dengan pengalaman panjang di institusi kepolisian, intelijen, serta pemerintahan, Budi Gunawan kini menjalankan peran baru sebagai anggota Wantimpres.
Wantimpres merupakan lembaga yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Dalam menjalankan tugas tersebut, para anggota Wantimpres diharapkan dapat memberikan masukan berdasarkan pengalaman dan keahlian masing-masing kepada Presiden Prabowo.
Penunjukan Budi Gunawan sebagai anggota Wantimpres pun menjadi babak terbaru dalam perjalanan kariernya yang telah melewati sejumlah posisi strategis, dari lingkungan Polri, Wakapolri, Kepala BIN, hingga menjadi bagian dari pemerintahan dan kini Dewan Pertimbangan Presiden. (Tim13)
