Close Menu
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    cakranews8.com
    • Beranda
    • Berita
    • Artikel
    • Politik
    • Ekonomi
    • Nasional
    • Pariwisata
    cakranews8.com
    Home»Pendidikan»LSPR Institute Kukuhkan Prof. Lely Arrianie sebagai Guru Besar: Soroti Tantangan Komunikasi Politik Indonesia Tanpa Model
    Pendidikan

    LSPR Institute Kukuhkan Prof. Lely Arrianie sebagai Guru Besar: Soroti Tantangan Komunikasi Politik Indonesia Tanpa Model

    By ebravenanda14 April 20252 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    JAKARTA – LSPR Institute of Communication and Business mengukuhkan Prof. Dr. Lely Arrianie, M.Si sebagai Guru Besar Bidang Komunikasi Politik dalam acara yang dihadiri pejabat tinggi negara, akademisi, dan praktisi, Jum’at (11/04/2025).

    Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Lely menyoroti ketiadaan model komunikasi politik khas Indonesia dan urgensi membangun sistem yang beretika menuju 2045.

    Menurut Prof. Lely, komunikasi politik Indonesia saat ini lebih didominasi oleh gaya (ciri individu) dan pola (tindakan berulang) ketimbang model yang sistematis. Akibatnya, praktik politik seringkali terkesan tidak terarah, bahkan cenderung transaksional dan sarat impression management.

    “Dinamika politik pasca-Reformasi menunjukkan pergeseran dari komunikasi yang santun ke arah yang mengabaikan etika. Tanpa model yang jelas, demokrasi kita rentan terhadap premanisme politik dan disinformasi,” ujarnya.

    Menggunakan teori dramaturgi Erving Goffman, Prof. Lely menganalogikan politik Indonesia dengan dua panggung:
    – Front stage (panggung depan): Ruang pertunjukan yang menampilkan citra ideal.
    – Back stage (panggung belakang): Area di mana perilaku tidak etis kerap terjadi.

    “Banyak komunikator politik mulai dari pejabat hingga aktivis menampilkan back stage mereka ke publik, seperti ujaran kebencian atau kebijakan yang tidak konsisten,” tambahnya.

    Meski mengkritik kondisi saat ini, Prof. Lely optimis Indonesia mampu mengembangkan model komunikasi politik yang beretika dan berorientasi pada keadilan. “Kepemimpinan politik harus menjadi motivator yang membangun, bukan sekadar pencitraan,” tegasnya.

    Acara ini juga dihadiri Menteri Desa Yandri Susanto, Gubernur Lemhannas TB. Ace Hasan Syadzily, dan Founder LSPR Prita Kemal Gani yang menekankan pentingnya etika komunikasi di era disinformasi.

    Membangun model komunikasi politik Indonesia yang khas, konsisten, dan berintegritas menjadi pekerjaan rumah kita bersama menuju 2045. (Tim-08)

    Artikel lain  Pelantikan Rektor Unmas Denpasar, Koster Tekankan Riset Harus Berdampak Nyata
    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Koster Tinjau Sekolah Rakyat di Karangasem, Progres Pembangunan Tembus 95 Persen

    FKG Unmas Denpasar Gelar Bakti Sosial Pemeriksaan Gigi Gratis di Tujuh Desa Kintamani

    Rektor Unmas Denpasar Silaturahmi ke Polda Bali, Bahas Sinergi Pendidikan Berbasis Budaya

    Pelantikan Rektor Unmas Denpasar, Koster Tekankan Riset Harus Berdampak Nyata

    Don't Miss
    Berita

    Putu Gede Astawa Dipercaya Jadi Kajati Papua Barat, Jaksa Agung ST Burhanuddin Rombak Jajaran Kejaksaan

    By cakranews810 August 2026

    JAKARTA – Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin melakukan perombakan besar dalam struktur organisasi Korps…

    BNN RI dan Bea Cukai Bongkar Jaringan Vape Etomidate dari Malaysia, Sita 170 Cartridge dan Amankan Tujuh Tersangka

    31 July 2026

    Ocean Institute of Indonesia Resmi Diluncurkan, KKP Satukan 11 Perguruan Tinggi dan Politeknik Kelautan

    27 July 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • Artikel
    © 2026 Cakranews8. Powered by Iwana.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.