Close Menu
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    cakranews8.com
    • Beranda
    • Berita
    • Artikel
    • Politik
    • Ekonomi
    • Nasional
    • Pariwisata
    cakranews8.com
    Home»Berita»December Glow: Ketika Anak dengan Gangguan Bicara Menemukan Suara, Keberanian, dan Panggungnya
    Berita

    December Glow: Ketika Anak dengan Gangguan Bicara Menemukan Suara, Keberanian, dan Panggungnya

    By ebravenanda26 December 2025Updated:27 December 20253 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Denpasar — cakranews8.com, Suasana hangat dan penuh makna menyelimuti Bamboo Stage, Living World Denpasar, Rabu sore (25/12/2025), dalam acara tahunan December Glow, sebuah family gathering Bali Choir yang bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan ruang tumbuh bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus untuk menemukan suara, kepercayaan diri, dan keberanian berekspresi.

    Bali Choir merupakan komunitas paduan suara keluarga yang beranggotakan anak-anak dengan beragam kondisi, seperti Autism Spectrum Disorder (ASD), Down Syndrome, tuna daksa, tuna grahita, speech delay, dan berbagai kondisi lainnya. Komunitas ini berada di bawah pembinaan Waktra – Yayasan Pendidikan Musik Lima Nada, yang konsisten mengembangkan pendidikan musik inklusif di Bali.

    Ketua Pengurus Bali Choir, Evy Risni Herdiyani, dalam sambutannya menegaskan bahwa December Glow bukan hanya tentang tampil di atas panggung, tetapi tentang kebersamaan dan rasa syukur.

    “Hari ini adalah momen kebersamaan—sebuah ruang untuk berbagi kehangatan, sukacita, dan rasa syukur melalui musik. Semoga December Glow menjadi pengingat bahwa musik mampu menyatukan perbedaan, menghadirkan keceriaan, dan menciptakan kenangan indah di akhir tahun ini,” ujar Evy di hadapan keluarga dan tamu undangan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan Bali Choir, serta mengajak semua yang hadir untuk menikmati sore dengan hati yang terbuka.

    Yang membedakan Bali Choir dari paduan suara pada umumnya adalah keterbukaannya bagi anak-anak dengan gangguan bicara. Anak-anak dengan speech delay tidak hanya diperbolehkan bergabung, tetapi justru mendapat ruang belajar yang aman dan terstruktur. Pendiri Waktra–Lima Nada, R. Wahyu Panca Wati, menjelaskan bahwa bernyanyi menjadi pintu masuk yang efektif bagi anak-anak tersebut.

    “Teknik vokal membantu melatih organ bicara—napas, artikulasi, dan ritme. Tetapi yang paling penting, paduan suara menciptakan kebutuhan alami untuk berkomunikasi. Anak-anak ingin mengikuti teman-temannya, ingin didengar, dan dari situ dorongan untuk berbicara muncul dengan sendirinya,” jelas Wahyu.

    Artikel lain  Kejaksaan Negeri Badung Proses Hukum WNA Inggris Pembawa 1 Kg Kokain dengan Modus Baru

    Ia menambahkan bahwa pendekatan ini telah melahirkan banyak kisah sukses. Anak-anak yang sebelumnya hampir tidak berbicara, kini mampu berkomunikasi lebih jelas, menunjukkan emosi dengan tepat, bahkan percaya diri tampil menyanyi di depan publik, baik dalam paduan suara maupun solo. “Kami tidak mengejar kesempurnaan suara. Yang kami bangun adalah keberanian, kemandirian, dan rasa percaya diri. Ketika seorang anak berani berdiri dan bernyanyi, itu adalah kemenangan besar—bukan hanya secara musikal, tetapi secara hidup,” tambahnya.

    Selain menjadi ajang kebersamaan keluarga, acara ini juga menjadi panggung apresiasi bagi anak-anak atas proses latihan mereka sepanjang tahun. Mereka menampilkan lagu-lagu yang telah dipelajari, tampil dalam format paduan suara maupun solo. Hadir pula Celtic Room Bali serta TJ Kalani & Mom sebagai bintang tamu. Konsep acara dirancang agar anak-anak terlebih dahulu menyaksikan sajian musik yang inspiratif, sebelum mereka sendiri naik ke panggung.

    “Anak-anak perlu mendengar dan merasakan pertunjukan yang baik. Dari sanalah musikalitas dan imajinasi mereka tumbuh,” ungkap Wahyu.
    Melalui December Glow, Bali Choir kembali menegaskan bahwa anak dengan gangguan bicara pun memiliki suara—dan dengan ruang yang tepat, latihan yang konsisten, serta dukungan komunitas, suara itu dapat tumbuh menjadi keberanian untuk menyanyi, berbicara, dan hadir di tengah masyarakat.

    December Glow bukan hanya perayaan akhir tahun, tetapi pesan kuat tentang inklusi: bahwa perbedaan bukan batasan, melainkan kekayaan yang patut dirayakan bersama. (*)

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Agus Widodo Naik Pangkat, Resmi Dipromosikan Jadi Wakil Kepala BIN

    Reformasi SDM ATR/BPN, Nusron Wahid Lantik 85 Pejabat dan Tegaskan Rotasi Jabatan

    Koster Hadiri Talkshow Densus 88 di Denpasar, Perkuat Ketahanan Generasi Muda dari Radikalisme

    Kemala Run 2026 Cetak Rekor di Bali, Dihadiri Komjen Pol (Purn) Drs. I Ketut Suardana

    Don't Miss
    Berita

    Agus Widodo Naik Pangkat, Resmi Dipromosikan Jadi Wakil Kepala BIN

    By cakranews85 May 2026

    JAKARTA — Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Agus Widodo, mendapat promosi dalam mutasi terbaru…

    Letkol Tedy Indra Wijaya: Pengabdi Setia Presiden Prabowo

    5 May 2026

    Reformasi SDM ATR/BPN, Nusron Wahid Lantik 85 Pejabat dan Tegaskan Rotasi Jabatan

    1 May 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • Artikel
    © 2026 Cakranews8. Powered by Iwana.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.