Close Menu
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    cakranews8.com
    • Beranda
    • Berita
    • Artikel
    • Politik
    • Ekonomi
    • Nasional
    • Pariwisata
    cakranews8.com
    Home»Berita»Bamsoet Terima Rektor Universitas Udayana dan Dorong Teliti Energi Nuklir Hijau untuk Ketahanan Nasional
    Berita

    Bamsoet Terima Rektor Universitas Udayana dan Dorong Teliti Energi Nuklir Hijau untuk Ketahanan Nasional

    By cakranews826 December 20242 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    BADUNG – Cakranews8.com, Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, mengajak Universitas Udayana Bali untuk terlibat aktif dalam penelitian pemanfaatan energi nuklir sebagai sumber energi alternatif di Indonesia. Menurutnya, dengan cadangan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi nuklir, terutama berbasis thorium dan uranium, untuk mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.

    “Pemanfaatan energi nuklir, khususnya thorium, dapat menjadi salah satu solusi utama untuk mengurangi ketergantungan pada energi berbasis fosil seperti batu bara. Selain ramah lingkungan, ini juga bisa mendukung transisi energi hijau yang tengah dicanangkan oleh pemerintah,” ungkap Bambang dalam pertemuan dengan Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana, di Bali, Kamis (26/12/2024).

    Berdasarkan data Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Indonesia memiliki cadangan uranium sebesar 90.000 ton dan thorium mencapai 150.000 ton yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Sumatera menjadi wilayah dengan cadangan thorium terbesar, yakni sekitar 126.821 ton. Sementara itu, Kalimantan memiliki cadangan uranium mencapai 45.731 ton, disusul oleh Sulawesi dengan 3.793 ton uranium.

    Bambang menjelaskan bahwa thorium, yang dikenal sebagai “nuklir hijau,” menghasilkan limbah radioaktif lebih rendah dibandingkan uranium. Ia juga memaparkan keunggulan efisiensi bahan baku thorium, yang hanya membutuhkan 7 ton untuk menghasilkan 1 GW listrik per tahun, dibandingkan uranium yang membutuhkan 200-250 ton untuk jumlah energi yang sama.

    “Reaktor berbasis thorium lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan. Ini adalah peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemimpin dalam teknologi energi nuklir hijau di kawasan Asia,” ujar Ketua MPR RI ke-15 itu.

    Sebagai langkah awal, Bamsoet mendorong Universitas Udayana dan perguruan tinggi lainnya untuk menggandeng lembaga riset nasional maupun internasional guna mengembangkan teknologi reaktor thorium. Kajian ini diharapkan dapat memberikan panduan strategis bagi pengembangan energi nuklir yang berkelanjutan.

    Artikel lain  Devi Attamimi Resmi Pimpin Hakuhodo International Indonesia sebagai Group CEO, Bawa Organisasi ke Era Baru yang Dinamis dan Progresif

    Pengembangan energi berbasis thorium dinilai dapat menjadi solusi strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target net zero emission di masa depan.(Tim13)

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Gubernur Koster Dampingi Megawati Tinjau Proyek Konservasi Pantai Kuta–Legian–Seminyak

    Geopolitik Global Berdampak pada Kehidupan Masyarakat, Lemhannas Perkuat Wawasan Kebangsaan Mahasiswa

    Brigjen Pol. Putra Putra Sedana, Akpol 1995, Putra Mengwi Badung yang Dipercaya sebagai Wakabareskrim Polri

    Kapolri Suyudi Gerakkan Gerbong Mutasi, Sejumlah Pejabat Strategis Bergeser

    Don't Miss
    Nasional

    Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 Libatkan 2.678 Personel, Polda NTB Andalkan Teknologi dan Partisipasi Masyarakat

    By cakranews813 October 2026

    MATARAM – Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya mengandalkan pengerahan ribuan personel kepolisian. Polda Nusa…

    Kombes I Wayan Winaya Dipercaya Pimpin Polresta Denpasar, Leonardo Simatupang Bergeser ke Divpropam

    11 October 2026

    Putra Buleleng Brigjen I Made Agus Prasatya, Alumni Akpol 1998 yang Kini Jabat Dirregident Korlantas Polri

    11 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • Artikel
    © 2026 Cakranews8. Powered by Iwana.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.