DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas kemajuan industri energi baru dan teknologi ramah lingkungan yang dikembangkan Kota Shangrao, Kota Shangrao dan Kabupaten Wuyuan terletak di Provinsi Jiang Xi, Tiongkok. Hal tersebut disampaikan dalam acara jamuan bersama pimpinan Kota Shangrao beserta jajaran, Selasa (3/11/2026).
Dalam sambutannya, Koster mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan industri modern di Shangrao setelah melakukan kunjungan ke sejumlah fasilitas industri strategis, mulai dari Pusat Promosi Industri, pabrik kendaraan komersial listrik Geely, hingga pabrik cerdas JinkoSolar.
Menurutnya, perkembangan industri di Shangrao menunjukkan keberhasilan pengembangan teknologi energi baru yang mengedepankan efisiensi, modernisasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Terima kasih atas jamuan dan sambutan yang hangat malam ini. Hari ini kami telah melihat sendiri kemajuan industri Shangrao, mulai dari Pusat Promosi Industri, pabrik kendaraan komersial listrik Geely, hingga pabrik cerdas JinkoSolar,” ujar Koster.
Ia menilai kemajuan tersebut memiliki keselarasan dengan arah kebijakan pembangunan Provinsi Bali, khususnya dalam mempercepat pemanfaatan energi bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil.

Pemerintah Provinsi Bali saat ini mengembangkan kebijakan Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih sebagai bagian dari upaya mewujudkan target Net Zero Emission atau emisi nol bersih pada 2045.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali telah menerbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Kebijakan ini menjadi salah satu landasan dalam mendorong pemanfaatan kendaraan listrik, termasuk di lingkungan aparatur pemerintah dan kawasan pariwisata.

Selain pengembangan kendaraan listrik, Bali juga mendorong pemanfaatan energi surya melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 5 Tahun 2022, yang mengarahkan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap pada berbagai fasilitas, seperti perkantoran, hotel, pasar, sekolah, dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Koster menjelaskan bahwa Bali juga membuka peluang pengembangan industri perakitan kendaraan listrik dan industri panel surya. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian energi sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Pengalaman Shangrao dalam mengembangkan industri kendaraan listrik dan teknologi panel surya dinilai dapat menjadi referensi penting bagi Bali dalam mempercepat transformasi menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Tidak hanya berfokus pada sektor industri dan energi, kunjungan kerja tersebut juga diarahkan untuk mempelajari pengembangan kawasan perdesaan yang mampu mempertahankan kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Koster menyampaikan bahwa rombongan Pemerintah Provinsi Bali dijadwalkan mengunjungi Wuyuan pada Rabu (4/11/2026) untuk melihat secara langsung pengalaman pengembangan desa di wilayah tersebut.
Menurutnya, Bali memiliki sekitar 1.500 desa adat dan terus mengembangkan desa wisata berbasis budaya sebagai salah satu kekuatan pembangunan daerah.
Melalui kunjungan ke Wuyuan, Pemerintah Provinsi Bali berharap memperoleh wawasan mengenai pengelolaan desa yang mampu memadukan pelestarian budaya, keberlanjutan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan desa adat dan desa wisata di Bali, dengan tetap mempertahankan karakteristik budaya serta kearifan lokal masyarakat setempat.
Dalam kesempatan yang sama, Koster menyampaikan harapannya agar hubungan persahabatan antara Bali dan Shangrao dapat berkembang menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi kedua daerah.
Tiga bidang yang menjadi perhatian utama dalam penjajakan kerja sama tersebut meliputi pengembangan kendaraan listrik, pemanfaatan energi surya, dan pembangunan desa berkelanjutan.
“Saya berharap persahabatan yang terjalin malam ini dapat berlanjut menjadi kerja sama yang nyata, khususnya di bidang kendaraan listrik, energi surya, dan pembangunan desa,” kata Koster.
Sebagai bentuk komitmen mempererat hubungan persahabatan dan membuka peluang kerja sama lebih lanjut, Gubernur Bali turut mengundang pimpinan Kota Shangrao beserta jajaran untuk melakukan kunjungan balasan ke Bali.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas hubungan antardaerah melalui pertukaran pengalaman, pengembangan teknologi, serta penjajakan kolaborasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui hubungan yang semakin erat dengan Shangrao, Bali diharapkan dapat memperoleh manfaat dari pertukaran pengetahuan dan pengalaman, terutama dalam memperkuat kemandirian energi bersih, mengembangkan industri ramah lingkungan, serta meningkatkan kualitas pembangunan desa berbasis budaya.
(Red/Tim13)
