Oleh: Prof.Dr. Sukewati Lanang Putra Perbawa, SH., M.Hum.
Empat botol Arak Bali terjual USD400 atau sekitar Rp7,22 juta dalam lelang amal di Las Vegas, Amerika Serikat. Di balik angka itu, tersimpan pesan yang jauh lebih besar: warisan lokal memiliki daya tembus global ketika dirawat dengan kreativitas, keberanian, dan kebanggaan terhadap identitas sendiri.
Dua bartender Bali, Gede Rico Hardiana Widnyana dan I Wayan Eka Darmawan, tidak sekadar membawa produk ke panggung internasional. Mereka membawa jejak leluhur, denyut kebudayaan, dan martabat tanah kelahirannya. Lebih bermakna lagi, hasil lelang didonasikan untuk kemanusiaan dan penanggulangan kanker.
Inilah ketika tradisi tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi tumbuh menjadi kekuatan masa depan.
Arak Bali bukan semata minuman tradisional. Ia merupakan bagian dari perjalanan sosial dan kebudayaan masyarakat Bali. Tentu, pelestariannya harus berjalan bersama tanggung jawab, standar mutu, keamanan, dan kepatuhan terhadap hukum. Namun, tradisi yang dikelola secara bermartabat memiliki peluang menjadi sumber nilai ekonomi sekaligus kebanggaan budaya.
Dari Gobleg, Buleleng, menuju Las Vegas, pesan yang dibawa jelas: kita tidak harus meninggalkan akar untuk menjangkau dunia. Kita justru perlu berdiri tegak di atas akar sendiri.
Patriotisme tidak selalu hadir dalam pekik slogan. Terkadang, ia hadir ketika anak bangsa mengangkat warisannya, memberi manfaat bagi sesama, dan membuat dunia menoleh kepada Indonesia.
Arak Bali telah melangkah ke panggung global. Tantangannya kini adalah memastikan langkah itu bukan sekadar peristiwa sesaat, melainkan pintu menuju penguatan ekosistem budaya, kreativitas, dan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Sebab, kebesaran bangsa bukan hanya ditentukan oleh apa yang dimilikinya, tetapi oleh kemampuannya memuliakan warisan, menciptakan masa depan, dan berbagi manfaat bagi kemanusiaan.
Dari Bali untuk dunia. Berakar pada tradisi, bergerak dengan inovasi, dan mengabdi bagi kemanusiaan.
Prnulis Adalah : Rektor Uiversitas Mahasaraswati Denpasar ( UNMAS )
