Close Menu
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    cakranews8.com
    • Beranda
    • Berita
    • Artikel
    • Politik
    • Ekonomi
    • Nasional
    • Pariwisata
    cakranews8.com
    Home»Hukum»Pemerintah Usulkan 44.000 Narapidana Dapat Amnesti, Termasuk 18 Terpidana UU ITE
    Hukum

    Pemerintah Usulkan 44.000 Narapidana Dapat Amnesti, Termasuk 18 Terpidana UU ITE

    By ebravenanda14 December 20242 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    JAKARTA – Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengajukan usulan pemberian amnesti kepada 44.000 narapidana kepada Presiden Prabowo Subianto. Dari jumlah tersebut, 18 di antaranya adalah terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

    “Perkiraan ITE kurang lebih sekitar 18 orang yang diusulkan untuk diberi amnesti,” ujar Supratman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat kemarin (13/12).

    Selain itu, Supratman menjelaskan bahwa sejumlah narapidana yang masuk dalam usulan amnesti ini berasal dari kelompok rentan, seperti mereka yang menderita penyakit berkepanjangan, termasuk HIV, dan narapidana dengan gangguan jiwa. “Ada sekitar seribu sekian orang dalam kondisi ini yang juga diusulkan untuk diberikan amnesti,” tambahnya.

    Mengatasi Overcrowded Lapas
    Langkah ini disebut sebagai upaya untuk mengurangi kelebihan kapasitas atau overcrowded di lembaga pemasyarakatan (lapas) yang mencapai tingkat kritis. Supratman memperkirakan pemberian amnesti ini dapat mengurangi sekitar 30 persen dari total penghuni lapas yang melebihi kapasitas.

    Meski demikian, proses pemberian amnesti ini masih memerlukan pertimbangan dari DPR. “Kita tetap menghormati mekanisme konstitusional dengan meminta pertimbangan DPR sebelum keputusan final dibuat,” kata Supratman.

    Sorotan pada Kasus UU ITE
    Keputusan untuk memasukkan terpidana kasus UU ITE dalam usulan ini menjadi sorotan publik. UU ITE selama ini kerap menuai kritik karena dianggap sering digunakan untuk membungkam kebebasan berekspresi. Dengan adanya amnesti, pemerintah diharapkan dapat mengurangi ketegangan terkait penerapan undang-undang tersebut sekaligus merefleksikan komitmen terhadap hak asasi manusia.

    Pemberian amnesti yang melibatkan berbagai kasus ini diharapkan menjadi langkah strategis pemerintah untuk menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih manusiawi dan adil. Publik kini menantikan keputusan akhir Presiden Prabowo setelah mempertimbangkan masukan dari DPR. **

    Artikel lain  Kejaksaan Agung Memeriksa 9 Orang Saksi Terkait Perkara Minyak Mentah PT Pertamina
    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Ungasan Disita Kortastipidkor, Dugaan Ruislag Didalami

    Mantan Kakanwil BPN Bali I Made Daging Ditahan Polda Bali Terkait Dugaan Pemalsuan Surat

    BNN RI dan Bea Cukai Bongkar Jaringan Vape Etomidate dari Malaysia, Sita 170 Cartridge dan Amankan Tujuh Tersangka

    Hashish 7,8 Kg Tujuan Bali Digagalkan, BNN Dalami Keterlibatan WNA Rusia Lain

    Don't Miss
    Nasional

    Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 Libatkan 2.678 Personel, Polda NTB Andalkan Teknologi dan Partisipasi Masyarakat

    By cakranews813 October 2026

    MATARAM – Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya mengandalkan pengerahan ribuan personel kepolisian. Polda Nusa…

    Kombes I Wayan Winaya Dipercaya Pimpin Polresta Denpasar, Leonardo Simatupang Bergeser ke Divpropam

    11 October 2026

    Putra Buleleng Brigjen I Made Agus Prasatya, Alumni Akpol 1998 yang Kini Jabat Dirregident Korlantas Polri

    11 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • Artikel
    © 2026 Cakranews8. Powered by Iwana.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.