Close Menu
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    cakranews8.com
    • Beranda
    • Berita
    • Artikel
    • Politik
    • Ekonomi
    • Nasional
    • Pariwisata
    cakranews8.com
    Home»Hukum»Penegakan Hukum Berbasis Restorasi dan Lingkungan, JAM-Pidum Buka Bimtek di Papua Barat
    Hukum

    Penegakan Hukum Berbasis Restorasi dan Lingkungan, JAM-Pidum Buka Bimtek di Papua Barat

    By cakranews819 November 2024Updated:19 November 20242 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Sorong, Papua Barat – Cakranews8.com, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum), Prof. Asep N. Mulyana, resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk,

    “Penuntut Umum sebagai Mediator Penyelesaian Perkara dengan Pendekatan Keadilan Restoratif dan Perlindungan Ekosistem Karbon Biru untuk Mitigasi Perubahan Iklim.”

    Acara ini berlangsung pada Jumat, 15 November 2024, di Sorong, Papua Barat.

    Dalam sambutannya, JAM-Pidum menyoroti pentingnya profesionalitas dan peningkatan kapasitas jaksa guna mendukung penegakan hukum yang modern, efisien, dan humanis.

    Pendekatan restoratif, korektif, dan rehabilitatif menjadi kunci dalam menyelesaikan perkara pidana umum secara adil.

    “Sinergi antara penyidik dan penuntut umum harus terus terjaga dengan berlandaskan aturan perundang-undangan dan Standar Operasional Prosedur (SOP).

    Penanganan perkara juga harus mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan menyeluruh,” tegasnya.

    Tak hanya berfokus pada keadilan hukum, Bimtek ini juga menekankan urgensi pelestarian ekosistem karbon biru, seperti hutan mangrove, sebagai langkah strategis mitigasi perubahan iklim. JAM-Pidum menyebutkan bahwa Papua memiliki potensi besar dengan luas mangrove mencapai 1,49 juta hektar.

    “Hutan mangrove tidak hanya menjadi benteng bagi ekosistem pesisir, tetapi juga penyerap karbon yang sangat efisien. Melindungi dan melestarikannya adalah tanggung jawab bersama untuk masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya.

    Kebijakan ini sejalan dengan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam prioritas nasional ke-11 tentang pelestarian lingkungan hidup.

    Melalui Bimtek ini, diharapkan penegak hukum dapat mengintegrasikan pendekatan restoratif dengan langkah-langkah perlindungan lingkungan, sehingga menciptakan sistem peradilan yang tidak hanya berkeadilan, tetapi juga ramah lingkungan dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. (Tim)

    Artikel lain  Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Ungasan Disita Kortastipidkor, Dugaan Ruislag Didalami
    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Ungasan Disita Kortastipidkor, Dugaan Ruislag Didalami

    Mantan Kakanwil BPN Bali I Made Daging Ditahan Polda Bali Terkait Dugaan Pemalsuan Surat

    BNN RI dan Bea Cukai Bongkar Jaringan Vape Etomidate dari Malaysia, Sita 170 Cartridge dan Amankan Tujuh Tersangka

    Hashish 7,8 Kg Tujuan Bali Digagalkan, BNN Dalami Keterlibatan WNA Rusia Lain

    Don't Miss
    Nasional

    Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 Libatkan 2.678 Personel, Polda NTB Andalkan Teknologi dan Partisipasi Masyarakat

    By cakranews813 October 2026

    MATARAM – Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya mengandalkan pengerahan ribuan personel kepolisian. Polda Nusa…

    Kombes I Wayan Winaya Dipercaya Pimpin Polresta Denpasar, Leonardo Simatupang Bergeser ke Divpropam

    11 October 2026

    Putra Buleleng Brigjen I Made Agus Prasatya, Alumni Akpol 1998 yang Kini Jabat Dirregident Korlantas Polri

    11 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • Artikel
    © 2026 Cakranews8. Powered by Iwana.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.