JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan internal Polri. Dalam surat telegram mutasi terbaru, Kombes Pol Dr. I Made Agus Prasatya, S.I.K., M.Hum. resmi dipromosikan menjabat sebagai Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri.
Perwira menengah Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 tersebut dipromosikan untuk mengemban jabatan strategis di Korps Lalu Lintas Polri. Promosi itu sekaligus menjadi momentum bagi Kombes Pol I Made Agus Prasatya untuk segera menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi atau “pecah bintang”.
Sebelumnya, perwira asal Bali tersebut menjabat sebagai Kabag Renmin Korlantas Polri sejak Juli 2024. Dalam telegram mutasi, perwira dengan NRP 77010549 itu dipercaya mengisi posisi Dirgakkum Korlantas Polri.
Karier Kombes Pol I Made Agus Prasatya di bidang lalu lintas terbilang cukup panjang. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulawesi Selatan. Saat bertugas di Sulsel, ia dikenal sukses mengembangkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik serta mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan kolaboratif.
Sebelum itu, pada tahun 2020, alumni Akpol 98 tersebut juga pernah menduduki posisi Kasubditfasmat Ditregident Korlantas Polri. Pengalaman tersebut membuatnya dikenal sebagai salah satu perwira yang berkontribusi dalam pembenahan dan modernisasi sistem ETLE nasional.
Atas dedikasi dan kinerjanya, Kombes Pol I Made Agus Prasatya menerima penghargaan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Juni 2024 atas keberhasilannya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Selatan.
Selain aktif dalam kedinasan, ia juga dikenal memiliki latar belakang akademik yang kuat dengan menyandang gelar doktor dalam bidang Ilmu Administrasi dari Universitas Brawijaya.
Di internal Polri, Kombes Pol I Made Agus Prasatya dikenal sebagai sosok pemimpin yang humanis dan dekat dengan anggota. Salah satu momen yang sempat viral adalah saat dirinya terlihat makan lesehan bersama personel bintara ketika pengamanan KTT World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali.
Sebagai putra asli Bali, ia juga dikenal kerap menanamkan nilai keramahan dan pelayanan humanis dalam pelaksanaan tugas kepolisian. (Tim13)
