Close Menu
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    cakranews8.com
    • Beranda
    • Berita
    • Artikel
    • Politik
    • Ekonomi
    • Nasional
    • Pariwisata
    cakranews8.com
    Home»Berita»Prabowo Rombak Kabinet, 18 Pejabat Dilantik, Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri
    Berita

    Prabowo Rombak Kabinet, 18 Pejabat Dilantik, Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri

    By cakranews81 October 20264 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melakukan perubahan susunan pemerintahan dengan melantik sejumlah pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

    Dalam rangkaian pelantikan tersebut, sebanyak 18 pejabat mendapat amanah baru, mulai dari menteri koordinator, menteri, wakil menteri, kepala badan, pimpinan Ombudsman, hingga pimpinan tertinggi di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    Salah satu perubahan paling menonjol terjadi di tubuh Polri. Presiden Prabowo resmi mengangkat Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

    Pada kesempatan yang sama, Presiden juga melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).

    Suyudi Ario Seto menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya menduduki posisi Kapolri. Sementara Wahyu Hadiningrat menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo sebagai Wakapolri.

    Pengangkatan kedua pejabat tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 96 dan 97/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri serta Wakapolri.

    Melalui keputusan tersebut, Presiden Prabowo memberhentikan dengan hormat Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri dan Komjen Pol. Dedi Prasetyo dari posisi Wakapolri.

    Presiden juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih atas pengabdian keduanya selama menjalankan tugas di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan. Presiden Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah yang diikuti Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat.

    Dalam sumpah tersebut, keduanya menyatakan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

    Keduanya juga berkomitmen menjalankan peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, menjaga etika dalam menjalankan amanah jabatan, serta berpedoman pada Tribrata.

    Rangkaian pelantikan dilanjutkan dengan penanggalan dan penyematan tanda pangkat serta tanda jabatan. Suyudi yang sebelumnya berpangkat Komisaris Jenderal Polisi resmi menyandang pangkat Jenderal Polisi setelah dipercaya menjadi Kapolri.

    Artikel lain  Ketua Partai Garda Republik Indonesia Serukan Toleransi Antar Umat Beragama Menyambut Lebaran dan Nyepi 2025

    Pengangkatan Suyudi sebagai Kapolri sebelumnya mendapat persetujuan DPR RI melalui Rapat Paripurna pada Kamis pagi. Persetujuan tersebut diberikan setelah Komisi III DPR RI melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Kapolri.

    Dalam proses di DPR RI, Suyudi mendapat persetujuan secara aklamasi untuk menduduki jabatan sebagai orang nomor satu di institusi Kepolisian Republik Indonesia.

    Suyudi Ario Seto merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Sebelum ditunjuk sebagai Kapolri, ia dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).

    Karier Suyudi di kepolisian juga diwarnai sejumlah penugasan penting, terutama di bidang reserse dan kriminal. Ia pernah menjabat Wakapolda Metro Jaya hingga Kapolda Banten.

    Sementara itu, Wahyu Hadiningrat sebelumnya menjabat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena). Ia memiliki pengalaman di berbagai bidang strategis dalam struktur organisasi Polri.

    Perubahan Susunan Kabinet

    Selain pergantian pucuk pimpinan Polri, Presiden Prabowo juga melakukan sejumlah perubahan pada jajaran kabinet dan lembaga negara.

    Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Bahlil juga tetap dipercaya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

    Sugiono dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), sementara posisi Menteri Luar Negeri dipercayakan kepada Arrmanatha Christiawan Nasir.

    Di Kementerian Perindustrian, Muhammad Sarmuji dilantik sebagai Menteri Perindustrian.

    Pada tingkat wakil menteri, Dradjad Hari Wibowo dipercaya sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

    Presiden juga melantik Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan.

    Muhammad Saleh Mustafa mendapat amanah sebagai Wakil Menteri Pertanian, sedangkan Irwan Meilano dilantik sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.

    Perubahan juga terjadi di Kantor Staf Kepresidenan. Setelah sebelumnya menjabat Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kini dipercaya sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

    Artikel lain  Mapurwa Daksina & Lembu Putih: Puncak Sakral Karya Baligia di Taman Ujung

    Di bidang reforma agraria, Dedi Prasetyo dilantik sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional. Jabatan tersebut sebelumnya terkait dengan posisi yang diembannya sebagai Wakapolri.

    Sementara Aryanto Wibowo mendapat tugas sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

    Komjen Pol. Fadil Imran juga mendapat penugasan baru sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

    Pada lembaga pengawas pelayanan publik, Nuzran Joher dilantik sebagai Ketua Ombudsman Republik Indonesia, sedangkan Radian Syam dipercaya sebagai anggota Ombudsman.

    Dengan rangkaian pelantikan tersebut, sejumlah posisi strategis dalam pemerintahan dan lembaga negara mengalami perubahan. Pergantian tersebut mencakup bidang politik dan keamanan, hilirisasi, energi, pembangunan manusia, diplomasi, industri, fiskal, pertanian, kelautan, reforma agraria, hingga pengawasan keuangan.

    Di lingkungan Polri, pelantikan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menandai dimulainya kepemimpinan baru Korps Bhayangkara. Suyudi akan menjalankan tugas bersama Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat yang dipercaya sebagai Wakapolri. (Tim13)

    Kabinet Kapolri Prabowo Rombak
    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Ini Perjalanan Karier dan Riwayat Jabatannya

    BNN dan AFP Perkuat Kerja Sama Hadapi Peredaran Narkotika Lintas Negara

    Jaksa Agung ST Burhanuddin dari Bali: Penegakan Hukum Harus Dimulai dari Pencegahan

    Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

    Don't Miss
    OPINI

    Duet Baru di Puncak Polri

    By cakranews81 October 2026

    Oleh: Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, S.H. Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian…

    Prabowo Rombak Kabinet, 18 Pejabat Dilantik, Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri

    1 October 2026

    Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Ini Perjalanan Karier dan Riwayat Jabatannya

    1 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • Artikel
    © 2026 Cakranews8. Powered by Iwana.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.