Close Menu
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    cakranews8.com
    • Beranda
    • Berita
    • Artikel
    • Politik
    • Ekonomi
    • Nasional
    • Pariwisata
    cakranews8.com
    Home»Artikel»Kekuasaan Diruntuhkan oleh Sang Waktu
    Artikel

    Kekuasaan Diruntuhkan oleh Sang Waktu

    By cakranews825 December 20242 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link
    Ngurah Sigit, Sosiolog, Budayawan, dan Pemerhati Media.
    Ngurah Sigit, Sosiolog, Budayawan, dan Pemerhati Media.
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Oleh: Ngurah Sigit

     

    Denpasar – Belakangan ini, masyarakat kembali dikejutkan oleh berbagai peristiwa yang melibatkan sejumlah oknum pejabat di beberapa institusi. Fenomena ini muncul akibat satu hal yang tak pernah lepas dari sorotan: kekuasaan (power).
    Selain sanksi hukum yang harus diterima, mereka juga kerap dihujani opini publik (public opinion) di jagat maya oleh netizen, yang dikenal dengan istilah “netizen +62.”

    Perlu disadari, di mana pun di belahan dunia ini, prinsip dasar selalu berlaku: “In any system in the world, the people is the true legislator.”
    Tanpa rakyat, tidak akan pernah ada negara. Sebuah negara mungkin dapat runtuh, tetapi rakyatnya tetap ada. Kedaulatan sesungguhnya berada di tangan rakyat (sovereignty).

    Para pemegang amanah kekuasaan—kecuali seorang raja—pada akhirnya akan kembali menjadi rakyat. Sebesar apa pun kekuasaan, tanpa etika, kekuasaan tersebut niscaya akan runtuh, dihancurkan oleh perjalanan waktu.

    Sepanjang sejarah peradaban, tidak ada satu pun kekuasaan manusia yang abadi. Sejarah telah membuktikan bahwa semua kekuasaan yang tak berlandaskan moral pasti luluh lantak oleh waktu. Maka dari itu, para pemimpin perlu menjauhkan diri dari godaan “rasa memiliki kuasa,” apalagi memamerkan kemewahan yang hanya akan memancing iri hati masyarakat.

    Jika setiap pemimpin menyadari bahwa semua tindakannya akan menjadi bagian dari story of life, mereka akan lebih berkomitmen meninggalkan jejak kebaikan selama hidupnya. Apa pun yang dilakukan, baik atau buruk, akan terus diingat oleh keluarga, sahabat, dan generasi mendatang.

    Ketika amanah kekuasaan berada di tangan, hendaknya keadilan ditegakkan, bahkan jika langit harus runtuh (fiat justitia ruat caelum). Sudah saatnya kita bersama-sama memperkuat pilar hukum yang kini tampak rapuh.

    Artikel lain  13 Srikandi in the Merah Putih Cabinet

    Perencanaan pembangunan hukum harus menjadi agenda bersama seluruh elemen bangsa. Belajarlah dari semangat para pendiri negara (founding fathers) yang saat itu merancang sistem berkeadilan untuk memastikan kesejahteraan nasional.

    Tujuan utamanya adalah sederhana, tetapi mulia: memberikan akses yang setara terhadap keadilan bagi seluruh warga negara (equality access to justice).
    Ke depan, jangan ada lagi hasrat kelompok tertentu untuk menguasai negara. Mari wujudkan Indonesia sebagai negara industri maju yang paling sejahtera dan bahagia di dunia. Astungkara.

    Penulis adalah seorang Sosiolog, Budayawan, dan Pemerhati Media.

    Aspirasi Pemerhati Tokoh Trending
    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Copy Link

    Related Posts

    Letkol Tedy Indra Wijaya: Pengabdi Setia Presiden Prabowo

    Pendidikan Kunci dari Perubahan

    Karismatik Sang Master Lahir dari Doa dan Keteladanan Ibu

    Bank BPD Bali: Tulang Punggung Ekonomi Kerakyatan Bali

    Don't Miss
    OPINI

    Sekolah Rakyat: Cahaya Tunas Muda Negeri

    By cakranews87 June 2026

    Oleh: Prof. Dr. I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum DENPASAR – Pada Minggu,…

    Prabowo di Bali: Pendidikan Jadi Kunci Kesejahteraan, Pembangunan Sekolah Rakyat Dipercepat

    7 June 2026

    Hashish 7,8 Kg Tujuan Bali Digagalkan, BNN Dalami Keterlibatan WNA Rusia Lain

    7 June 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • Artikel
    © 2026 Cakranews8. Powered by Iwana.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.